Batch 15Asal Dikirim, 856 Calon Jemaah Haji Asal Kabupaten Ciamis

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Ciamis Awal Pemberangkatan Jemaah Haji Tahun 2026 Melalui Kloter Berbasiskan Bandara Kertajati

Dampak 856 calon jemaah haji dari Ciamis mulai dijalankan perjalanan ke Tanah Suci dalam dua kelompok terbang. Penerbangan pertama mengacu pada kloter 15 yang terdiri dari 444 orang, termasuk 439 jemaah dan 5 petugas. Pemberangkatan ini digelar pada Sabtu (2/5/2026) pagi dari Gedung KH Irfan Hielmy Islamic Center Ciamis, dengan pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.

Kloter 15 akan terbang dari Bandara Kertajati pada Minggu (3/5/2026) pukul 11.15 WIB, dengan estimasi kepulangan pada 12 Juni 2026 dan kembali ke Kertajati pukul 06.20 WIB. Kloter kedua, berjumlah 418 calon jemaah, akan departi melalui kloter 31 pada Kamis (14/5/2026) pukul 02.30 WIB.

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menekankan keberhasilan ini sebagai moment spesial bagi masyarakat. “Kloter 15 menjadi rombongan pertama asal Ciamis tahun ini, serta pertama kali dari Bandara Kertajati. Ini memberikan nilai baru bagi kita, bukan hanya sebagai awal pemberangkatan, tetapi juga sebagai langkah progresif,” ujarnya saat menyambut jemaah.

Pemberangkatan dari Bandara Kertajati dianggap strategis karena membantu optimalisasi waktu dan efisiensi. “Ini juga menjadi inspirasi untuk warga lain yang mungkin ingin ikut,” tambahkan.

Herdiat juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. “Ibadah haji memerlukan kondisi tubuh yang baik. Pastikan pola makan dan minum cukup, serta perhatikan arahan petugas untuk keamanan selama di Arab Saudi,” katanya.

Ketua PPIH Ciamis Saeful Uyun menjelaskan distribusi usia jemaah, mulai dari yang tertua berumur 81 tahun hingga yang termuda berusia 17 tahun.

Pertama, kesiapan fisik dan mental menjadi kunci. Jemaah dihadapkan pada tantangan fisik dan cuaca yang tidak pasti di Tanah Suci. Mempersiapkan tubuh dengan olahraga rutin dan konsumsi nutrition yang seimbang bisa membantu mengurangi risiko kesisatan.

Kedua, penuh kesadaran terhadap arahan otoritatif. Pemberangkatan haji bukan hanya tentang pengorbanan spiritual, tetapi juga kesadaran untuk mematuhi protokol keamanan.

Terakhir, keberagaman usia jemaah menjadi nilai positif. Perjalanan ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan generasi yang berbeda, membangun kehangatan dan pertemanan yang transcendens.

Jemaah haji Ciamis dengan harapan akan kembali dengan pengalaman yang bermakna. Setiap langkah yang dipelajari di Tanah Suci bisa menjadi pelajaran yang bermanfaat dalam hidup sehari-hari.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan