100Hektare Sawah di Tasikmalaya Mengancam Kekeringan, Irigasi Ciramajaya Dipesan Mendesakan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Irrigasi Ciramajaya di Tasikmalaya, yang selama lebih dari dekade mengalami krisis air, kini mendapat perhatian dari pihak berwenang. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mempelajari kondisi irigasi di Desa Cibalanarik dengan bantuan tokoh lokal dan pihak teknis. Di sini, mereka mendapati pintu air yang rusak dan aliran yang tidak berlanjut selama bertahun-tahun.

Sistem irigasi ini diwujudkan sejak 2010 untuk mendukung pertanian sawah, namun hingga 2026, masih tidak beroperasi. Asep Sopari mengkritik penundaan penilaian, yang membuat janji “Rehab Tuntas” menjadi nol. Ia memaksa pemerintah untuk segera menjalankan program tersebut.

Data lapangan menunjukkan irigasi yang panjang 16 km hanya bisa mengalir hingga 10 km. Masalah utama adalah debit air yang tersingkat dan saluran yang terobstruksi. Akibatnya, 400-500 hektare lahan tidak bisa dipasang. Pemerintah lokal sedang menciptakan rencana melalui Inpres, dengan target mengoptimalkan lahan yang sebelumnya tidak berproduktivitas.

Pemuda atau report terbaru tahun 2026 mengungkapkan bahwa 60% kelompok petani di sekitar area ini menggunakan sumber air alternatif, seperti sungai kecil atau irigasi pribadi, yang kurang efisien. Analisis menunjukkan bahwa revitalisasi ini bisa meningkatkan hasil tanam sebesar 30% serta mengurangi pengeluaran warga untuk air.

Sebagai contoh, daerah lain yang melalui revitalisasi irigasi mengelola kembali 15.000 hektar lahan. Visualisasi data ini bisa dibongkar melalui infografis yang menunjukkan perbedaan kondisi sebelum dan sesudah pengembangan.

Perbalan irigasi Ciramajaya bukan sekadar isu teknis, tapi juga ketergantungan masyarakat. Asep Sopari mengundang pemerintah untuk tidak mengabaikan janji, karena ini memengaruhi keamanan pangan daerah. Langkah yang tegas penting agar lapangan tidak kembali menjadi “salahan sejarah”. Pengembalian aliran air bisa menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Dengan revitalisasi ini, masyarakat dapat kembali mengolehi keuntungan dari landa yang dulu berkeluarga. Ini bukan hanya masalah infrastruktur, tapi juga komitmen untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan