Menjelang Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kota Tasikmalaya menimbulkan perasaan penuh ketegangan. Deden Tazdad Hubban, Wakil direktur pendidikan, mengirimkan pesan penuh rasa damai kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyoroti kontras yang tidak bisa diabaikan antara peran penting guru dalam membentuk masa depan bangsa dan kondisi kesejahteraan mereka yang masih terasa terpinggirian.
Dalam surat terbuka, Deden menyoroti bahwa Hardiknas harus menjadi kesempatan untuk memberikan introspeksi bersama masyarakat tentang arah dan keberimpinan pendidikan nasional. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang lainnya: guru yang setiap hari berdiri di depan kelas, membangun karakter generasi, masih menghadapi tantangan kesejahteraan yang tidak sesuai dengan tanggung jawabnya.
“Para guru dengan gelar S.Pd yang terus berjuang pada pendidikan, nyatanya masih berperan pada masalah kesejahteraan,” ujarnya. Deden menilai bahwa perlakuan ini menjadi irit. Meski peningkatan kompetensi melalui gelar M.Pd yang seharusnya menjadi tanda penguatan kualitas pendidik, pencapaian ini belum sepenuhnya berdampak signifikan pada kualitas hidup guru.
Salah satu fenomena yang Deden menyoroti adalah program seperti SPPG dan MBG. Menurutnya, jalur non-pendidikan bisa memberikan kesejahteraan lebih cepat dibanding dengan profesi guru yang memerlukan proses panjang. “Ini bukan soal perbandingan, tapi soal keadilan,” katanya. Ketika fondasi pendidikan tidak didampingi oleh kesejahteraan pendidik, harapan kualitas pendidikan hanya menjadi slogan yang terus diulangi.
Deden memangkannya istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” yang masih menjadi retorika yang mengasah tapi tidak sehat dalam p Dampak. Ia meminta pemerintah untuk memberikan langkah konkret dalam memastikan guru dimenangkan secara nyata, bukan hanya secara naris.
Hari ini, Hardiknas 2026 harus menjadi panggilan yang ketat bagi pemerintah. Deden meminta untuk meningkatkan posisi guru sebagai profesi strategis yang dihargai secara ekonomi dan moral.
Pendidikan bukan cuma tentang buku dan kelulusan. Ia juga tentang menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka yang berani menjadi pendidik. Kita harus mengingat bahwa setiap guru adalah investasi bagi bangsa. Jika kita tidak memberikan dukungan yang tepat, kita tidak hanya neglect peningkatan pendidikan, tapi juga mengabaikan nilai tugas yang sangat berarti yang mereka lakukan.
Dari sisi positif, ini bisa menjadi peluang untuk kita semua untuk bergerak. Kita bisa mulai dengan menjelaskan pentingnya pendidikan bukan hanya sebagai layar pencapaian, tapi juga sebagai fondasi bagi kehidupan yang lebih baik. Satu peran kecil kita bisa jadi perubahan besar bagi guru yang terus berjuang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.