SekdaPerencanakan Nilai Pembebasan Lahan SR di Tasikmalaya Sementara Rp10 Miliar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Tasikmalaya masih dialah, karena masalah lahan belum diselesaikan. Harga tanah yang beredar masih sementara, sehingga proyek terhenti di titik yang sama. Sekretaris Daerah Asep Goparulah mengungkapkan nilai pembebasan lahan belum tetap, dengan angka Rp10 miliar sebagai estimasi awal. “Kita harus melihat harga tanah di lokasi terlebih dahulu,” kata Asep saat Rabu (29/4/2026).

Skema pembayaran dalam dua tahap melalui APBD diperkirakan, pertama pada anggaran 2026, lalu murni 2027. Namun, komunikasi dengan pemilik lahan masih terbatas. Pemerintah daerah fokus pada pengadaan lokasi yang paling optimal, seperti di Bungursari yang dianggap lebih memungkinkan. Proses ini membutuhkan dokumen perencanaan lengkap, sesuai penegasan Hanafi, Asda II Pemkot Tasikmalaya.

Faktor pengawasan lokasi, kepemilikan, dan regulasi menjadi kunci. Diky Candra, Wakil Wali Kota, mengingatkan agar pengeluaran untuk cut and fill tidak menguntungkan anggaran. Biaya ini bisa mencapai Rp2-3 miliar, sehingga perlu diatur dengan bijak. Meskipun aktivitas sosial di Sekolah Rakyat Terintegrasi melancar, pembangunan fisik masih dilarang.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tanpa kepastian lahan, proyek ini tidak bisa berjalan. Janji manfaat ekonomi dan sosial terasa tidak sepenuhnya terwujud. Pembangunan tetap dalam fase perencanaan, jauh dari implementasi nyata. (rezza rizaldi)

Studi terkini menunjukkan bahwa proyek infrastruktur umum di Indonesia sering mengalami rambun karena prosedur burocratis dan keterbatasan anggaran. Ini menegaskan pentingnya persiapan yang terstruktur untuk mencegah retak.

Suksesnya proyek Sekolah Rakyat tergantung pada kecepatan pengambilan keputusan dalam mengakui lahan. Tanpa ini, rencana yang baik tetap menjadi sekadar nundaan. Di tengah tantangan, keberlanjutan pendidikan inklusif memerlukan kerja sama yang transparan dan prioritas ketepatan anggaran.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan