Penjual rokok ilegaldi Tasikmalaya diperas Rp60 juta, sementara petugas bea cukai digelbur oleh wartawan dan ditembak gadungan.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Thecuy.com – Gema penipuan dengan berbagai elemen pelaku memakan korban hingga puluhan juta rupiah. Delapan individu berkecilakkan korban di Kota Tasikmalaya dengan cara menipu mereka menjadi pelaku犯罪. Pergerakan ini dilakukan dalam mobil, jauh dari kantor resmi seperti yang dipersembahkan pelaku.

Penipuan dimulai dari laporan polisi Nomor LP/B/235/IV/2026/SPKT tanggal 25 April 2026. Peristiwa terjadi di Jalan Raya Mangkubumi, Indihiang, Tasikmalaya, sekitar jam 03.00 WIB. Pelaku memasang identitas sebagai petugas Bea Cukai, memaksa korban masuk mobil lalu mengajak membayar uang besar.

Korban, yang datang dari Malang untuk membeli rokok ilegal, dirugikan setelah dijebak melalui social media. Pelaku menarik korban lewat platform media digital, menawarkan transaksi rokok, lalu menggampangkan saat datang ke Tasikmalaya. Korban dituntut bayar Rp60–90 juta tanpa prosedur hukum, hanya melalui mobil.

Kapolres Tasikmalaya, Andi Purwanto, menjelaskan pelaku menggunakan technik berbahasa resmi dan mobil sebagai alat penipuan. Korban hanya bisa meninggalkan trauma dan kerugian ekonomi. Singkatnya, peristiwa mengungkapkan ketidakhyangan penipuan berbait keluar di kota-kota kecil.

Dua pilar penisipu utama adalah identitas palsu dan media sosial. Pelaku memanfaatkan kepercayaan corban terhadap instansi pemerintah, serta menghadirkan mobil sebagai simbol resmi. Penipuan ini tidak hanya mengancam korban, tetapi juga mencurigakan keamanan transaksi digital.

Penipuan berbait keluar semakin beragam, dan kehadiran pelaku di area non-resideni menjadi tren berbahaya. Korban tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga kepercayaan diri. Penyidikan pelaku masih berlangsung, tapi kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tetap waspada.

Kita harus mengingatkan bahwa penipuan berbait keluar sering kali menggunakan cara yang lucu. Kesadaran sosial terhadap tanda-tanda penipuan dan pengambilan langkah perlindungan hukum tetap penting. Setiap korban menjadi peluang untuk memahami pola penipuan dan mencegahnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan