Wali Kota Kasih Contoh dalam Uji Coba CFD ASN di Kota Tasikmalaya Menuju Rabu Biru

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Program Car Free Daydi Tasikmalaya Masih dalam Fase Uji Coba
Initiative untuk hari tanpa mobil (CFD) yang direncanakan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya setiap Rabu masih dalam fase uji coba sebelum diimplementasikan secara rutin pada Mei 2026. Namun, praktik ini mulai dikenal—terutama di kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang mematuhi kehadiran di kantor dengan transport alternatif setiap hari Rabu.

Pagi Rabu (29/4/2026), para ASN datang ke kantor melalui berbagai cara: jalan kaki, sepeda, kendaraan listrik, hingga transport umum. Pemandangan yang biasanya terisi mobil sekarang tergantikan oleh gerakan kaki dan bunyi pedas.

Menteri Pengadilan Agung Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menjadi contoh. Ia mengajurkan sepeda lipat untuk menyelenggarakan perceptionsi PKS dengan Apjatel, lalu kembali bersepeda saat pengamatan lapangan di Tugu Asmaul Husna. Sepedanya, model United Trifold 8D, sebelumnya digunakan saat ia menjabat DPRD Jawa Barat pada 2019, kembali digunakan setelah lama disimpan.

Viman mengakui sepeda milik istri juga dibutuhkan untuk perbaikan. Gerakan ini disebut “Rabu Biru” sebagai simbol lingkungan bersih. Fokusnya: mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. “Kita ingin mendorong masyarakat meminimalkan mobil dan memilih transport ramah lingkungan seperti sepeda,” ujarnya.

Pantauan di Bale Kota menunjukkan dominasi mobil di parkiran, tanpa plat merah. Sebaliknya, sepeda dan mobil listrik terparkir di belakang areas lapangan pingpong.

Gerakan ini tidak hanya rutin, melainkan upaya membangun kebiasaan hidup sehat dan kesadaran ekologi. Viman bahkan mengingat sepeda pernah umum di Kota Tasikmalaya sebelum pandemi.


Kesadaran lingkungan melalui gerakan inovatif
Inisiatif ini mengajak masyarakat memikirkan alternatif transport yang lebih berkelanjutan. Dengan mengubah kebiasaan komutasi harian, Kota Tasikmalaya menunjukkan cara praktis mengurangi polusi udara. Secara global, kota-kota lain seperti Jakarta dan Surabaya juga menuntut komitmen lingkungan melalui program serupa.

Jika diterapkan secara rutin, CFD bisa menjadi model referensi untuk kota lain dalam Indonesia. Meskipun masih dalam uji coba, keberhasilan ini sangat bergantung pada partisipasi ASN dan dukungan masyarakat.


Pendekatan yang lebih ramah lingkungan
Untuk masyarakat umum, hari RM Rabu bisa menjadi peluang eksperimen. Memilih sepeda, motor listrik, atau transport umum bukan hanya menurunkan biaya transportasi, tetapi juga mendukung kesehatan fisik. Banyak kota besar telah menunjukkan bahwa transport alternatif bisa efisien jika didukung infrastruktur tepat.

Kecukupan sepeda atau mobil listrik di Tasikmalaya bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat. Pemerintah bisa mengeksplorasi program sewa sepeda atau perimbangan biaya untuk mendorong perubahan positif.


Masa depan transportasi ramah lingkungan
Ini adalah awal. Program CFD di Tasikmalaya membuka peluang untuk kebijakan transportasi berkelanjutan. Dengan semangat “Rabu Biru”, kota ini menegakkan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil. Bagi pemerintah, ini adalah upaya mendemonstrasikan komitmen lingkungan. Bagi masyarakat, ini adalah ajakan untuk memilih cara hidup yang lebih sehat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan