Pasutri di Tasikmalaya Edarkan Sabu dengan Transaksi Kode Ukuran Baju

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya berhasil menyelami praktik penjualan narkoba berbentuk sabu yang dilakukan oleh pasangan suami istri dari Kecamatan Cikalong.

Ketiga orang berinisial OR (34) dan AI (31) dipercaya telah menjalankan jualan berbahaya secara terstruktur. IPDA M Akbar Angga Pranadita, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya, menjelaskan bahwa pengungkapan ini muncul dari penelitian terfokus di wilayah Cikalong.

“Kami berhasil menyelami pergerakan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh pasangan ini,” kata Angga dalam rapat pengungkapan di 23 April 2026.

Pengawasan awal dilakukan ketika polisi menari AI di depan restoran di Jalan Raya Cikalong sekitar pukul 13.00 WIB. Pada saat itu, foundasi sabu ditemukan tersembunyi di dalam bungkus rokok serta dompet milik pelaku.

Sebagai penolong, AI mengakui sabu merupakan produk suaminya, OR. Polisi langsung mengikuti jejak tersebut dan mendatangi rumahnya. Secara cepat, OR juga dipastikan.

“Di lokasi itu, kami menemukan alat hisap serta puluhan plastik klip yang digunakan untuk mengemas sabu,” ujar Angga.

Dari hasil pengajian, diketahui pasangan ini terlibat dalam jualan sabu dari seorang penyedia dengan inisial Y yang kini dalam daftar pencarian orang (DPO). Sabu dibeli lalu dibongkahan dalam beberapa kemasan kecil.

System transaksi mereka unik: dengan menggunakan ukuran kode baju sebagai marker berat. Kemasan “S” berisi 0,21 gram, “M” 0,31 gram, dan “F” 1 gram. Harganya berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp1 juta.

Metode distribusi mereka juga menarik: barang disimpan di titik tertentu untuk dibeli oleh pembeli melalui komunikasi jarak jauh.

Ini menunjukkan bagaimana komunitas lokal bisa menjadi jalur penyalahgunaan narkoba. Kehadirannya pasangan yang terlibat dalam aktivitas ilegal menunjukkan perlunya penegakan hukum yang lebih padat di daerah tersebut.

Jika masyarakat lebih pesan dan rapat, bisa menghentikan aktivitas berbahaya ini sebelum memicu kerusakan lebih besar. Kolaborasi antar pihak menjadi kunci mencegah pergerakan narkoba yang terus berdesa.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan