Peringatan Hari Kanker Tulang Nasional yang digelar pada 11 April bertujuan memperkuat ketertarikan masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit kanker tulang. Direktur RSUD Pandega Pangandaran, Titi Sutiamah, menyampaikan bahwa gejala awal kanker tulang sering dinilai sebagai kondisi biasa, seperti nyeri atau pembengkakan, sehingga sering diabaikan.
“Kanker tulang sering tidak terdeteksi sejak awal karena gejalanya cenderung sederhana,” ujar Titi. Hal ini bisa memperburuk kondisi pasien jika penanganan terlambat. RSUD Pandega Pangandaran telah membuka konsultasi dengan spesialis orthopaedi dan traumatologi untuk mendukung diagnosa lebih mendalam.
Mereka menekankan bahwa kesadaran masyarakat harus turut berpartisipasi. “Pemeriksaan diri secara berkala adalah langkah kunci,” kata Titi. Di lokasi RSUD, layanan gratis tersedia untuk masyarakat yang merasa mengalami gejala mencurigakan.
Penelitian terkini menunjukkan bahwa deteksi dini dapat meningkatkan tingkat kesembuhan hingga 70%. Hal ini mendukung penekanan Titi bahwa pengobatan sebaik pun mulai dari tahap awal. Sebagai penegasan, RSUD juga menawarkan informasi tentang program pemeriksaan gratis di bulan April.
Musuh kanker tulang sering berkaitan dengan gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan atau gaya beriapi yang tidak tepat. Meskipun tidak selalu terdeteksi, gejala seperti nyeri yang berlama-lama atau mobilitas tubuh berkurang harus diperhatikan.
Titi menyentuh pentingnya tidak tergoda untuk menunggu pasien. “Jika ada keluhan yang tidak biasa, segera konsultasi ke dokter,” tegasnya.
Tren kesehatan global menunjukkan bahwa kanker tulang menjadi penyakit yang semakin umum di masyarakat muda. Data dari 2025 menunjukkan rata-rata 15% peningkatan kasus kanker tulang di Indonesia dibandingkan tahun sebelumnya.
Bagi masyarakat, ini menjadi panggilan untuk tidak membiayai kesehatan. Pemeriksaan rutin bukan hanya untuk kanker, tetapi juga penyakit lain yang bisa memicu komplikasi.
Dengan momentum Hari Kanker Tulang Nasional, RSUD Pandega Pangandaran harap masyarakat semakin peduli. Kebersamaan antara deteksi dini, penanganan tepat, dan gaya hidup sehat bisa menurunkan risiko kanker tulang.
Demi mengatasi kanker tulang, setiap individu perlu menjadi pemimpin dalam menjaga kesehatan diri. Jangan tunggu gejala berdegadang, setiap perhatian awal bisa menjadi fondasi penyembuhan.
(Artikel diubah dari sumber Radartasik.id)
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.