Tasikmalaya, Radartasik.ID — Proses penentuan Pejabat Lembaga Penyelenggara (Plh) Sekda di Kota Tasikmalaya mulai menjadi topik yang banyak diperhatikan. Fenomena “daftar dukungan” yang banyak disebarkan di lingkaran aparatur sipil negara (ASN) memicu perhitungan baru terkait efisiensi birokrasi.
Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya, H Wahid, mencantumkan bahwa penentuan Plh Sekda adalah kewenangan kepala daerah. Semua pejabat di eselon II memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan. “Yang penting mampu mengelola pemerintahan, apalagi dalam masa 40 hari terakhir,” ujar Wahid pada Kamis (16/4/2026).
Menurut pendapat Wahid, Plh Sekda harus diwawasi dari sudut pengalaman, integritas, dan kapasitas manajerial. Penyertian posisi ini tidak memiliki wakil, sehingga membutuhkan orang yang sepenuhnya siap menutup semua tugas birokrasi selama transisi.
Namun, munculnya nama-nama tertentu seperti Asep Maman Permana (Asep MP) sebagai kandidat tidak dianggap tidak normal. Apalagi jika ada hubungan ketertarikan atau kepercayaan yang tinggi dari wali kota. “Kalau ada yang dianggap dekat dan dipercaya, itu wajar. Tapi yang utama tetap adalah kelayakan dan kemampuan,” tegas Wahid.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Tasikmalaya, H Dayat Mustopa, menilai jabatan Sekda secara teori adalah jabatan karier, namun dalam praktik sering menjadi “sem-politik”. Penentu akhir tetap berada di tangan kepala daerah, termasuk dalam menentukan pemilih Plh Sekda.
Dinamika birokrasi juga berubah setelah beredarnya pesan berantai tentang usulan Asep MP. Fenomena ini dinilai oleh sebagian kalangan sebagai tanda praktik lobby yang sutil.
Selain itu, dinamis internal birokrasi tetap panas. Pesan yang beredar seperti “petisi digital” dalam bentuk dukungan nama-nama pejabat semakin memicu ketegangan.
Tasikmalaya memerlukan pendekatan yang transparan dan berkelanjutan dalam peng Sudah banyak diskusi di pelan penentuan jabatan. Keputusan yang berdasarkan pada merit dan integritas akan menjadi kunci untuk memenuhi ekspektasi masyarakat.
Proses ini juga menjadi refleksi bagaimana birokrasi beradaptasi terhadap tantangan modern. Sebagai wali kota, keputusan harus diambil dengan penuh kesadaran akan dampak pada efisiensi pemerintahan.
Abur-Community, ketidaktahuan atau keinginan yang tak sehat dalam mempengaruhi penentuan jabatan tetap menjadi risiko. Kepala daerah harus tetap berkomitmen pada prinsip objektivitas.
Masa depan Plh Sekda di Tasikmalaya tergantung pada kemampuan pemimpin untuk mencari solusi yang berkelanjutan. Tidak hanya untuk satu periode, tetapi untuk memastikan birokrasi tetap berjalan lancar.
Semua pihak berwenang untuk menjaga integritas dan profesionalisme. Hanya dengan itu, Tasikmalaya bisa menghadapi tantangan dengan sempurna.
Proses ini membuka peluang untuk kita menyadari peran penting setiap pejabat. Semua orang memiliki potensi untuk berkontribusi jika dilihat dari sudut visi yang benar.
Secara praktis, penentuan Plh Sekda harus menjadi peluang untuk meningkatkan kerja sama antarlembaga. Jika dilakukan dengan baik, bisa menjadi model untuk daerah lain.
Tasikmalaya seharusnya jadi contoh bagaimana birokrasi bisa menjadi alat yang efisien. Dengan pilihannya yang benar, kota ini bisa menjadi referensi untuk pengelolaan pemerintahan di Indonesia.
Setiap langkah dalam memproses Penentuan Plh Sekda harus mengacu pada prinsip keadilan. Ini bukan hanya tentang individu, tetapi tentang keberlanjutan pemerintahan di Tasikmalaya.
Kehidupan birokrasi di Tasikmalaya membutuhkan pemikiran yang lebih lanjut. Fokus pada kelembagaan bukan hanya akan memperbaiki sistem, tetapi juga memperkuat kepercayaan rakyat.
Pemilihan Plh Sekda bukan hanya untuk satu mandat. Ini adalah investasi untuk masa depan birokrasi Tasikmalaya.
Dengan penentuan yang tepat, Tasikmalaya bisa menunjukkan bahwa birokrasi dapat berjalan dengan siap, tidak dipaksa.
Proses ini juga menjadi pengingat bahwa setiap keputusan perlu dipertimbangkan secara holistik. Tidak hanya keahlian, tetapi juga dampak sosial.
Tasikmalaya harus terus memperbaiki sistem penentuan jabatan. Jika tidak, risiko korupsi dan ketidaktransparan akan tetap ada.
Semua pihak berwujud dalam menjaga keutuhan proses. Hanya dengan konsensus yang benar, Tasikmalaya bisa menghadapi tantangan dengan sempurna.
Proses ini juga membuka peluang untuk kita belajar. Bagaimana cara kita bisa lebih bijak dalam mengevaluasi kualitas pejabat?
Tasikmalaya harus menjadi kota yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan standar baru dalam pengelolaan pemerintahan.
Setiap pejabat yang dimasukkan harus mampu menampung beban yang berat. Ini bukan hanya tentang pengalaman, tetapi juga mentalitas.
Pemilihan Plh Sekda di Tasikmalaya harus menjadi contoh bagaimana birokrasi bisa beradaptasi. Dengan semangat inovatif, sistem bisa menjadi lebih efisien.
Saat ini, Tasikmalaya sedang menghadapi periode yang krusial. Penentuan Plh Sekda harus dilakukan dengan penuh ketelitian.
Proses ini tidak hanya tentang individu, tetapi tentang kemanfaatan sumber daya masyarakat.
Tasikmalaya perlu terus meningkatkan kompetensi pejabat. Hanya dengan itu, birokrasi bisa berjalan lancar.
Proses ini juga menjadi peluang untuk kita melihat bagaimana birokrasi bisa menjadi lebih manusiawi.
Tasikmalaya harus terus meningkatkan sistem pengawasan. Hanya dengan itu, proses penentuan jabatan bisa lebih transparan.
Proses ini juga menjadi pengingat bahwa birokrasi adalah alat untuk layanan publik. Harus dilakukan dengan integritas.
Tasikmalaya harus terus meningkatkan sistem penentuan jabatan. Hanya dengan itu, birokrasi bisa menjadi alat yang efektif.
Proses ini juga menjadi peluang untuk kita belajar. Bagaimana cara kita bisa lebih bijak dalam mengevaluasi kualitas pejabat?
Tasikmalaya harus menjadi kota yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan standar baru dalam pengelolaan pemerintahan.
Setiap pejabat yang dimasukkan harus mampu menampung beban yang berat. Ini bukan hanya tentang pengalaman, tetapi juga mentalitas.
Pemilihan Plh Sekda di Tasikmalaya harus menjadi contoh bagaimana birokrasi bisa beradaptasi. Dengan semangat inovatif, sistem bisa menjadi lebih efisien.
Saat ini, Tasikmalaya sedang menghadapi periode yang krusial. Penentuan Plh Sekda harus dilakukan dengan penuh ketelitian.
Proses ini tidak hanya tentang individu, tetapi tentang kemanfaatan sumber daya masyarakat.
Tasikmalaya perlu terus meningkatkan kompetensi pejabat. Hanya dengan itu, birokrasi bisa berjalan lancar.
Proses ini juga menjadi peluang untuk kita melihat bagaimana birokrasi bisa menjadi lebih manusiawi.
Tasikmalaya harus terus meningkatkan sistem pengawasan. Hanya dengan itu, proses penentuan jabatan bisa lebih transparan.
Proses ini juga menjadi pengingat bahwa birokrasi adalah alat untuk layanan publik. Harus dilakukan dengan integritas.
Tasikmalaya harus terus meningkatkan sistem penentuan jabatan. Hanya dengan itu, birokrasi bisa menjadi alat yang efektif.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.