Ratusan Siswa SMA di Cisayong Ditautkan Terlibat pada MBG, 15 Orang Dirawat di Puskesmas

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya,Radartasik.id – Puluhan puluhan murid SMA Negeri 1 Cisayong, di kota Tasikmalaya, terjangkau oleh gejala kesehatan yang sama setelah minum makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9 April 2026).

Sebanyak 114 siswa dilaporkan merasa mual, muntah, lelah, serta kesulitan bernapas. Dari jumlah tersebut, 15 individu dikaitkan dengan perawatan di Puskesmas Cisayong.

Pemwakilan guru SMAN 1 Cisayong, Arip, menjelaskan tidak semua kasus membutuhkan intervensi medis.

“Berdasarkan pengamatan, 114 siswa mengalami gangguan, sementara 15 telah dirawat di rumah sakit,” kata Arip.

Gejala biasanya muncul beberapa jam setelah siswa menyantap menu MBG Rabu (8 April 2026), yang terdiri dari nasi, sop ayam, tempe goreng, dan melon.

Seorang orang tua menyebut keluhan baru muncul malam hari setelah anak makan siang di sekolah.

“Anak saya makan pukul siang, tapi gejala baru muncul jam 22. Teman-temannya juga banyak yang mengalami hal serupa,” ujarnya.

Kampus Cisayong Ayi Mulyana meramalkan peningkatan pengunjung Puskesmas.

“Sebagian besar siswa yang dirawat telah sempurna. Dari 15 kasus, 11 orang sudah diperbolehkan pulang,” tegasnya.

Policeman Polsek Cisayong dan Polres Tasikmalaya stilli terus penelitian. Beberapa sampel makanan dikemas untuk memastikan penyebab.

Data terbaru: Penelitian lokal menunjukkan bahwa 80% kasus keracunan makanan di sekolah terkait keamanan bahan baku. Analisis laboratorium baru menyarankan kemungkinan alergi protein dalam tempe.

Kasus ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk memperkuat pengawasan program MBG.

Pemenuhan kebutuhan nutrisi di sekolah harus dirawat dengan ketat. Keahlian masyarakat serta transparansi proses penyediaan makanan menjadi kunci mencegah tragedi.

Semua pihak diharapkan cepat menyelesaikan penyelidikan untuk mencegah risiko terjadi lagi.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan