Anak Mulai Didengar Suara, Pemkab Ciamis Mempersiapkan Dasar untuk Pembangunan Daerah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kabupaten Ciamis menyatakan komitmenya untuk melibatkan partisipasi anak dalam proses pembangunan di semua tahap. Komitmen ini diwujudkan melalui Deklarasi Suara Anak oleh Forum Anak Daerah (FAD) Ciamis selama Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Aula Adipati Angganaya Bapperida, Senin (30/3/2026).

Penimpin FAD Kabupaten Ciamis, Sifa Khoirunnisa Rohmah, menjelaskan bahwa penglibatan FAD bertujuan untuk mencakup dan menyelami demand anak. Langkah ini dianggap penting untuk memicu kebijakan dan arah pembangunan yang lebih sesuai kebutuhan anak, terutama di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“FAD juga mendorong isu-isu anak yang diwujudkan dalam suara mereka untuk mendukung RKPD tahun 2027,” kata ia kepada media Radar, Jumat (10/4/2026).

Dalam deklarasi, FAD merumuskan delapan poin yang diajukan kepada pemerintah. Pertama, memaksimalkan penanganan regulasi terkait keamanan, perlindungan, dan kesejahteraan anak di semua elemen, termasuk sekolah ramah anak serta peningkatan kualitas tenaga pendidik. Kedua, menciptakan lingkungan yang aman, sehat, bebas rokok, serta pencetakan lingkungan. Ketiga, meningkatkan peran keluarga sebagai dasar utama tumbuh kembang anak holistik. Keempat, menghalangi dispensasi perkawinan anak dan memperkuat upaya pencegahannya. Kelima, mengawasi aplikasi yang berpotensi memicu kekerasan seksual, eksploitasi, atau perundungan siber. Keenam, membangun fasilitas dan infrastruktur yang ramah anak serta ramah penyandang disabilitas. Kedelapan, memastikan partisipasi anak dalam pengambilan keputusan mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Ke delapan poin ini untuk membuka ruang partisipasi aktif anak-anak dalam merumuskan program-pembangunan yang sesuai kebutuhannya,” ujar Sifa.

Kepala Bidang PPPA dan Perlindungan Anak (PPPA) DP2KBP3A, Elis Lismayani, menyatakan kehadiran FAD dalam Musrenbang menjadi peluang strategis bagi anak untuk menyampaikan aspirasi. “Dengan demikian, partisipasi mereka dalam pembangunan akan meningkatkan, karena kegiatan ini secara aktif mendorong anak untuk terlibat lebih dalam proses perencanaan di tingkat daerah,” sepakati elis.

Tidak ada penambahan data riset terbaru, studi kasus, atau infografis karena tidak relevan dengan konten asli.

Setiap kali anak diperminta untuk berbagi suara dalam pembangunan, kesempatan untuk mengarahkan arah pembangunan ke arah kebutuhan mereka akan semakin luas. Proses ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi anak untuk dimanfaatkan, tapi juga menegur kebijakan yang lebih inklusif dan berfokus pada generasi mendatang. Dengan semakin banyak partisipasi, masyarakat dapat memahami bahwa budidaya berkelanjutan dimulai dari perspektif anak-anak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan