Orang Tua Masih Gagap Stimulasi Anak, Program Bestari di Tasikmalaya Menjadi Alarm Halus

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya,Thecuy.com – Di tengah genggaman program pengembangan anak, satu aspek sering terlewat: peran orang tua dalam memberikan stimulasi dasar. Di kota Tasikmalaya, ini ditelusuri melalui inisiatif Bestari (Bersama Stimulasi Asuh dan Rangsangan Motorik Anak) pada Jumat (10/4/2026).

Bertemukan di Yayasan Pendidikan Nurul Ilmi TAAM–TK Al-Qur’an, Kecamatan Cipedes, kegiatan ini tidak hanyaactivities rutin. Program ini dirancang untuk mendesak pentingnya penguatan peran orang tua dalam perawatan anak.

Sebagian besar orang tua masih memandang stimulasi sensorik dan motorik sebagai hal yang tidak berdampak besar. Namun, pelaksanaan di sini membuktikan bahwa aktivitas sederhana bisa memberikan manfaat signifikan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Pendidikan Masyarakat FKIP Unisuliwangi melalui program FKIP EDU di bawah DPPKBPPPA Kota Tasikmalaya. Setiap sesi melibatkan 18 anak dan 18 orang tua. Formatnya fokus pada belajar bersama, praktik langsung, serta pengasuhan di rumah.

Pemula pagi, suasana dibuat nyaman. Aktivitas mulai dari diseritakan informasi, pembagian leaflet, hingga penjelasan tentang pentingnya stimulasi. Hal ini menarik perhatian, karena banyak yang masih menganggap ini tidak perlu.

Penanggung jawab, Indriani Dewi Nurul Fajriyah, menekankan bahwa pengetahuan harus diikuti dengan tindakan. “Orang tua harus tidak hanya memahami teori, tapi juga menguasai cara praktis menstimulasi anak di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sessi penyuluhan mengajak orang tua memahami bahwa pola asuh responsif bukan sekadar tren parenting, tapi kebutuhan fundamental. Namun, realitas di lapangan masih menunjukkan banyak yang belum berkelanjutan.

Puncaknya muncul pada sesi sensory play. Anak-anak terlihat antusias—bermain, menyentuh, merasakan. Sementara orang tua merasakan bahwa stimulasi tidak perlu mahal atau rumit. Interaksi sederhana antara orang tua dan anak menjadi contoh ideal yang seringkali kurang terpraktikkan.

Di akhir, sertifikat diberikan kepada yayasan sebagai simbol kerja sama. Namun, harapan utama adalah perubahan dalam pandangan orang tua. “Kami berharap ini bukan sekadar kegiatan, tapi jadi pemicu transformasi. Stimulasi sederhana yang konsisten bisa memberikan dampak besar,” maksud Dewi.

Studi terbaru menunjukkan bahwa program stimulasi sederhana yang dilakukan secara teratur dapat meningkatkan kognitif dan motorik anak hingga 30% dalam beberapa bulan. Data ini mendukung ide bahwa aktivitas sederhana tidak hanya bagus untuk pengembangan, tapi juga efisien.

Orang tua di Tasikmalaya bisa menjadi contoh. Dengan menghabiskan waktu sedikit untuk Stimulasi Asuh dan Rangsangan Motorik Anak, mereka bisa memberi nilai besar bagi anak. Aktivitas seperti bermain dengan sentuhan, menyandung, atau bermain musik bisa menjadi solusi praktis.

Setiap interaksi sederhana antara orang tua dan anak adalah peluang untuk mendukung perkembangan. Dengan konsisten, hal kecil bisa mengubah pola asuh dan meningkatkan kualitas hidup anak.

Dengan inisiatif seperti ini, masyarakat bisa memahami bahwa stimulasi dasar bukan hal yang kompleks. Yang penting adalah keinginan dan keterlibatan orang tua. Dengan langkah kecil, bisa mencapai perubahan besar dalam kehidupan keluarga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan