Pemkab Ciamis Memrioritaskan Perbaikan 33 Sekolah yang Tidak Layak Digunakan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Ciamis mengangkat 33 sekolah yang tidak layak digunakan sebagai fokus perbaikan tahun 2026. Pendapat ini muncul dari pengamatan terhadap bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, terutama akibat bencana alami. Bupati Herdiat Sunarya menyampaikan informasi ini saat menyelenggarakan acara Halalbihalal PGRI di Ciamis, Selasa (7/4/2026).

“Membaca ketinggian di daerah, banyak sekolah yang tidak sesuai untuk kegiatan belajar mengajar karena rusak,” ujarnya. Sebagai contoh, sekolah SMPN 3 Banjarsari mengalami ambruknya atap ruang kelas, kondisi tersebut dikenal sejak tahun lalu. Namun, permohaan perbaikan sampai saat ini belum terlanjuti karena keterbatasan anggaran.

Keuangan daerah menjadi tantangan utama. APBD Ciamis mengalami tekanan karena pengeluaran melebihi pendapatan. Dalam tahun 2026, anggaran turun dari Rp 2,3 triliun menjadi sekitar Rp 700 miliar. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah berencana menggunakan pinjaman dengan tenor empat tahun. Herdiat memastikan proses ini akan dilaksanakan sebelum masa jabatannya berakhir.

Sebagai solusi, dana pinjaman akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur sekolah dan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Bupati juga menyoroti kebutuhan untuk kerja sama antarpenghasilan dan ketangguhan tenaga pendidik dalam menghadapi ketimpangan anggaran.

Dengan kondisi keuangan yang terbatas, masyarakat perlu berpartisipasi aktif dalam mendukung perbaikan. Herdiat menekankan pentingnya kesetaraan dan visi bersama dalam menciptakan generasi yang berkualitas.

Pendidikan harus menjadi prioritas meski di tengah keterbatasan. Investasi di sektor ini tidak hanya meningkatkan kualitas belajar, tetapi juga mengurangi risiko ketidaknyamanan di masa depan.

Setiap sekolah yang diperbaiki menjadi simbol ketekunan masyarakat. Dengan kerja sama yang berkelanjutan, Ciamis bisa mengembangkan infrastruktur pendidikan yang lebih aman dan efektif.

Pemerintah dan masyarakat harus terus berkinier untuk memastikan semua siswa memiliki akses ke lingkungan belajar yang layak. Kejadian bencana bisa terjadi kapan saja, sehingga perlunya persiapan yang lebih cepat.

Tingkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perbaikan sekolah. Segala upaya yang dilakukan harus berdampak positif terhadap kehidupan siswa.

Kolaborasi antar pihak menjadi kunci dalam mengatasi krisis anggaran. Dengan pendekatan yang lebih efisien, dana terbatas bisa dioptimalkan untuk tujuan prioritas.

Investasi di pendidikan bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga untuk keberlangsungan masa depan. Setiap perbaikan sekolah adalah langkah kecil menuju masyarakat yang lebih maju.

Kita harus berkomitmen untuk mendukung perbaikan yang perlu. Setiap pengeluaran atau perhatian kecil bisa membantu menjaga keberlanjutan pendidikan di Ciamis.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan