Kabupaten Tasikmalaya masih kekurangan pelayanan darurat, dengan pusat baru di KHZ Mustafa yang bakal kuatkan RS TNT.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi mengungkapkan kekurangan instalasi gawat darurat (IGD) di RSUD KHZ Mustafa. Kapasitas tempat tidur yang hanya 49 bed—26 utama dan 23 cadangan—dipejabat tidak cukup menghadapi kebutuhan masyarakat mencapai 2 juta jiwa. Kegiatan ini ditelusuri saat kunjungan langsung ke RSUD KHZ Mustafa pada Rabu 8 April 2026, saat ini ruang IGD sering terisi pasien dari berbagai wilayah.

Asep mengkritik pengaruh penyematan layanan darurat yang masih berfokus pada RSUD KHZ Mustafa, meskipun di Tasikmalaya ada dua rumah sakit daerah, yaitu KHZ Mustafa dan Tani Nalayan Tasikmalaya (TNT). Keduanya wajib dioptimalkan untuk memastikan distribusi layanan yang lebih balik. “Kita harus memperluas fasilitas IGD di KHZ Mustafa agar bisa menampung kondisi darurat dengan efektif,” kata Asep.

Selain kapasitas, ada juga kekurangan lain dalam sistem kesehatan, seperti kondisi IGD yang sering penuh. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Tasikmalaya menyiapkan pelaksanaan penguatan layanan di sudut selatan provinsi, salah satunya dengan pengembangan RSUD Cikatomas menjadi rumah sakit jenis D. Langkah ini bertujuan mengurangi penumpukan pasien di pusat layanan utama.

Pemeriksaan kondisi IGD RSUD KHZ Mustafa menunjukkan potensi ketimpangan pengalaman pasien. Kapasitas tercapai masih sangat terbatas, sehingga kebutuhan darurat masyarakat bersifat kritis. Asep menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelayanan kesehatan untuk mempercepat penanganan pasien darurat.

Pembangunan infrastruktur kesehatan terpadu terus diperlukan untuk menjaga kualitas layanan darurat di Tasikmalaya. Prioritas harus diberikan pada peningkatan fasilitas dan distribusi layanan di seluruh wilayah provinsi agar layanan tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan