Enam Nama Mengemuka, Bursa PKB Tasik Dimanfaatkan Tanpa Proses Voting

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA – Persaingan internal dalam Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di kota ini sedang semakin tajam. Forum Muscab yang diadakan di Hotel Cordella, Jalan Yudanegara, Selasa (7/4/2026), menjadi awal pertempuran enam calon yang ingin menjadi Ketua DPC.

Muscab ini berlangsung berenergi namun tetap harmonis. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, langsung mengawal pelaksanaan dengan menekankan konsensus. “Proses Muscab lancar karena menggunakan pendekatan mufakat. Tidak ada voting, semuanya beres dalam suasana santai,” kata dia.

Namun, ketegangan tetap terasa meski tanpa pemungutan suara. Enam nama resmi masuk bursa: H Wahid, Heni Hendini, Muqit Nuryadin, Ahmad Junaedi Sakan, Asep Endang Muhammad Syams, dan H Oleh Soleh.

Ahmad Junaedi Sakan, ketua OC Muscab, menjelaskan bahwa empat nama pertama berasal dari proses internal DPP PKB. Dua nama lainnya muncul dari rekomendasi peserta selama musyawarah. “Empat nama itu hasil godokan DPP, sedangkan dua nama tambahan dari peserta Muscab, baik dari DPAC maupun DPC,” ujarnya.

Komposisi kandidat ini mencerminkan kombinasi kekuatan partai dan ambisi kader di tingkat lokal. Hal ini juga menunjukkan bahwa persaingan di dalam PKB Tasikmalaya tetap terbuka.

Langkah selanjutnya adalah uji kelayakuan kandidat melalui Fit and Proper Test. Proses ini akan dilakukan oleh DPP PKB atau pihak yang ditentukan di Jakarta.

Akhirnya, penentuan calon yang akan memimpin DPC Pakai akhirnya menjadi kewenangan DPP. “Kita di daerah siap mengikuti mekanisme. Siapa pun yang diputuskan, itu yang terbaik untuk konsolidasiPKB ke depan,” tegas Ahmad Junaedi Sakan.

Proses Muscab ini menjadi indikasi penting tentang dinamika kebangkitan politik di tingkat lokal. Persaingan yang terbuka dan mandiri bisa menjadi landasan bagi partai dalam mengelola ketegangan politik lebih lanjut.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan