WFH di Kota Tasikmalaya Ditestuj, Pengawasan ASN Menggantikan Titik Lemah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus menguji kebijakan kerja dari rumah (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), yang menjadi topik diskusi. Ayuna Sinta, ketua Komunitas Sisterhood yang memiliki latar belakang psikologi, mengkritik kebijakan ini karena potensi dampaknya pada layanan publik. Menurutnya, kerangka birokrasi tetap bergantung pada pelayanan langsung, seperti perizinan atau administrasi kependudukan, yang tidak dapat dioptimalkan melalui sistem WFH tanpa alternatif digital yang solid.

“Jangan sampai masyarakat datang ke kantor, tapi hanya menemukan kursi kosong karena petugas yang memilih WFH tanpa prosedur jelas,” kata Ayuna Selasa (7/4/2026). Ia menekankan bahwa keberhasilan WFH harus diukur berdasarkan produkivitas, bukan hanya kehadiran fisik. Kebijakan ini harus mengontrol kinerja secara transparan, terutama dalam koordinasi antar-instansi yang memerlukan respons cepat.

Risiko lain menyusul jika infrastruktur digital belum siap. Ayuna menyoroti kebijakan pelacakan posisinya dengan teknologi, seperti aplikasi presensi yang memantau lokasi kerja via GPS atau geofencing. Sanksi tajam, termasuk potongan tunjangan, juga perlu diimplementasikan untuk mencegah penyalahgunaan WFH sebagai keliling dari tanggung jawab kerja.

Dampak sosial juga menjadi kekhawatiran. Ayuna mengkhawatirkan ASN yang mengabaikan jadwal kerja untuk kegiatan sosial atau belanja saat jam dinas. “Kontradiksi jelas kalau kebijakan ini diadopsi untuk menghemat BBM, tapi ASN malah bergerak leluasa,” kata dia dengan nada sengaja.

Pemerintah harus memastikan WFH tidak menguntungkan diri atau merugikan layanan. Ayuna meminta evaluasi lebih mendalam sebelum kebijakan dirancang secara langsung. Jika sistem digital dan pengawasan tidak terpasang, kemungkinan kebijakan ini berpotensi merugikan kualitas layanan publik.

WAHAN KERJAKAN ASN DALAM WFH MEMBUTUK REINIAN BERBASIS OUTPUT, BUKA KALAU INAK ADALAH DANDA DAN MENDAMPIKAN KETIDAKSENSISNYA DALAM MENYERTakukan kebijakan ini dengan penuh pengawasan dan transparansi agar layanan tetap optimal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan