Kota Tasikmalaya saat ini aktif berlangganan konser musik tanpa jeda. Panggung mulai berlangsung berdekatan. Sistem audio berdengung. Lampu memancing terang dan gelap berdampingan.
Setiap panggung berikutnya langsung kali. Seperti lomba yang cepat terang. Pendamping rapat? Terbagi. Itu masalah yang harus diatasi.
Bayangkan pemenuhnya penyelenggara event musik di kota ini. Mereka tidak menyukai fasilitas. Mereka hanya menghitung. Hasilnya: kekurangan modal.
“Lanjut Baca: SDM Kota Tasikmalaya Terendah (3): Siapa yang Harus Mulai Dulu?”
“Empat Kantong di Musda Golkar!”
Modul tidak ditutup. Banyak yang mulai menghitung uang yang kalah. Menyanyi concert ini bukan hal sederhana. Biaya sewa artis, panggung, keamanan, izin, promosi—semua mahal. Namun, ketika event berlangganan berlebihan dalam waktu singkat, pasar terlalu penuh.
Pendamping harus menentukan. Pilihannya membuat sebagian penyelenggara tersedak. Tasikmalaya bukan kota besar. Bukan juga kota dengan kapasitas penonton tinggi.
Kalau satu concert dalam satu bulan, masih wajar. Kalau dua, mulai berat. Kalau tiga atau lebih berdekatan? Itu bukan lagi kompetisi. Itu bencana.
Penyelenggara mulai berdiskusi. Rencana ada, tapi penuh ketakutan. Mereka tidak minta subsidi. Bukan juga minta bimbingan. Hanya butuh aturan. Ya, aturan. Hal yang sering diabaikan, sekarang menjadi kebutuhan.
Hadirnya pemerintah kota dipercaya. Bukan hanya memberikan izin. Tapi menjadi pengatur ritme. Menjadi pemimpin dalam orkestratri industri event.
Mudah saja jika ada kalender event tahunan. Dibuat rapi. Diskusikan bersama. Siapa dapat bulan ini. Siapa bulan berikutnya. Biarkan tidak saling bertabrakan. Biarkan semua tetap hidup. Karena jika dibiarkan seperti sekarang, satu per satu penyelenggara bisa tergoda.
Kepanjangan. Lalu pergi. Tapi ketika mereka pergi, yang hilang bukan hanya concert. Tapi juga aktivitas ekonomi. Di balik satu concert, banyak yang hidup.
“Lanjut Baca: SDM Kota Tasikmalaya Terendah (2): Efek yang Tidak Terlihat, Tapi Terasa!”
“KA Ciremai Tertahan Longsor di Jalur Maswati-Sasaksaat”
Bisnis kaki lima. UMKM kuliner. Pelopor system audio. Tenaga panggung. Layanan parkir. Tanggal. Transportasi. Semua bergerak. Semua berputar. Itulah ekonomi nyata. Yang sering tidak terlihat dalam laporan.
Ini bukan sekadar tentang musik. Ini tentang ekosistem. Keberlanjutan. Keberanian pemerintah mengambil peran penting.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.