Viral Video Sayur Basi di Menu MBG di Pangandaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PANGANDARAN, Thecuy.com – Video yang menunjukkan reaksi negatif terhadap mahluk gratis di Desa Banjarharja viral di media sosial. Konten ini mencakup orang yang terhadal saat menerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang di klaim tidak layak dikonsumsi, terutama untuk anak-anak balita.

Tegoronya muncul dari postingan Facebook akun Sadi Sadi, yang mengaku menjadi penerima program. Konten viral cepat beredar setelah tulusnya mendamarkan kualitas makanan, terutama karena penerimaan adalah balita. “Ini SPPG Banjarharja pangandaran bertujuan ngasih makanan bergizi, atau meracuni anak balita di kampung saya?” tanya Sadi Sadi dalam ulasan.

Sari tangguh, kualitas makanan dipertanyakan. Sadi Sadi mengkritik bahwa makanan ini tidak layak, terutama untuk anak-anak. “Untung dicoba dulu, ternyata benar, kondisinya sudah basi,” menambahkan sida. Kritik ini juga menyentuh pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait MBG, dengan saran untuk mengganti bantuan makanan dengan uang tunai.

Agung Maulana, sarjana penggerak pengembangan Indonesia (SPPI) SPPG Banjarharja, mengakui adanya kekhawatiran. Namun, ia menjelaskan bahwa makanan yang diberikan adalah sayur capcay. “Kemarin Rabu (1/4/2026), kami masih beradaptasi. Ketersediaan bahan baku terasa kaku, sehingga sayur agak layu,” ujarnya.

Penilaian Agung Maulana mengaku adapasi awal program masih belum sempurna. “Kadang ada momen makanan kurang ideal, kita buang dan masak lagi untuk mencegah terulang,” tambahkan.

Pertanyaan utama dari situasi ini adalah bagaimana memastikan kualitas dan keandalan program sosial. Sadasih, uang tunai mungkin menjadi solusi yang lebih efektif untuk mencegah masalah seperti ini.

Masalah ini menjadi lampu merah bagi program MBG yang bertujuan membantu masyarakat. Bagi masyarakat, kepercayaan terhadap bantuan pemerintah bisa berkurang jika kualitas tidak terjamin. Untuk pemerintah, pengelolaan program harus lebih presisi, terutama di daerah terpencil.

Masa depan MBG membutuhkan evaluasi lebih rinci. Program ini harus memadukan dukungan materi dengan pengalaman langsung dari penerimaan. Jika tidak, risiko keraguakan akan terus muncul.

Ini mengingatkan kita bahwa layanan sosial harus selalu memprioritaskan kesehatan dan keamanan, terutama bagi anak-anak yang paling rentan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan