Bocah SD di Tasikmalaya meninggal dunia karena tertabrak kereta saat menyusuri rel menuju rumah neneknya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya, Radartasik.ID – Sebuah anak kelas V SD berencana bertemu neneknya di Kecamatan Cisayong, namun perjalanan yang dimaksud menjadi tragedi. Korban, yang berusia 11 tahun dari Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, teramat di rel kereta api Argo Wilis pada Jumat (3/4/2026) pukul 09.45 WIB.

Berdasarkan narasi paman korban, Deri, yang menemani tiga teman, berjalan kaki di jalur rel untuk menghubungi keluarga. Jalur ini, yang sering dianggap aman oleh orang dewasa, dipilih anak-anak sebagai jalur pendek. Saat melewati jembatan rel Kampung Cidahu Kaler, situasi menjadi penuh risiko. Tiga teman berhasil melanjutkan perjalanan, tetapi korban tertinggal di belakang.

Ketika kereta Argo Wilis berjourney dengan kecepatan tinggi, klaxon panjang berdengar. Korban, tidak sempat melompat ke samping, tetap diam di sisi rel. Teman-temannya yang panik berusaha menyelamatkannya dengan menggoti dan meminta bantuan. Polisi dari Polsek Cisayong mengejar lokasi, tetapi korban tak dapat diselamatkan.

Janji korban dibawa ke RSUD Dr. Soekardjo, namun tidak dilakukan autopsi berdasarkan permintaan keluarga. Kapolsek Tasikmalaya Kota, AKP Hasan Basri, mengakui fakta kecelakaan. Tragedi ini menggugah hati, karena jalur rel tidak boleh digunakan sebagai alternatif, terutama oleh anak-anak yang kurang sadar risiko.

Rel kereta bukan hanya transportasi, tapi juga ruang yang memerlukan perhatihan tinggi. Di lokasi dengan akses terbatas, keputusan kecil bisa memiliki dampak besar. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesanaman harus menjadi prioritas, bukan keputusan yang terburu-buru.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan