Wali Kota Tasikmalaya Menyala Lampu Merah Padam

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Semua lampu merah di kota ini terputus. Bukan cenderung satu atau dua unit. Di Tasikmalaya, kota yang terpencil, situasi ini menjadi penuh ketidakpasti.

Penduduk terkecualikan. Kendaraan bergerak secara acak. Mobil berperbicaraan dengan suara klakson yang lebih keras. Biasanya keluhan seperti ini hanya bergelombang di media sosial atau grup WhatsApp. Namun, kali ini tidak. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, langsung mengikuti fakta tersebut. Ia tidak menunggu laporan resmi atau rapat. Langsung ia menonton video yang diunggah oleh penonton.

Isinya sederhana: lampu terganggu. Namun dampaknya kompleks. Lalu lintas menjadi tak terkontrol.

Video itu diunggah oleh akun binaannya. Bukan media resmi. Konten hanya menunjukkan lampu merah yang terputus. Tapi dampaknya tidak sederhana: lalu lintas seperti liar.

Yang menarik bukan kekacauan teknis. Tapi reaksi pejabat. Viman langsung mengajak Kepala Dinas Perhubungan, Iwan Kurniawan. “Hai, kita lihat,” katanya.

Tidak ada formalitas. Tidak ada protokol panjang. Ia memimpin dua orang ke lokasi masalah: Cicurug dan Tentara Pelajar. Keduanya menggunakan baju bawaan, tetapi situasi serius. Wali kota berpertanyaan langsung. Tanpa basa-basi.

“Ini kenapa?” Pertanyaan sederhana. Tapi seringkali sulit dijawab.

Jawaban dari Pak Kadis. Faktor cuaca. Hujan. Suhu tinggi. Listrik instabil. Komponen yang terbakar. Spare part tidak mampu mengakomodasi perubahan ekstrim.

Penjelasan teknis diberikan. Penjelasan lebih mendalam. Namun wajahnya tidak sepenuhnya tenang. Mungkin karena ruang terbatas dalam mobil. Atau karena jarak dengan pejabat terlalu dekat. Atau mungkin karena ini bukan rapat biasa.

Beberapa lokasi sudah diperbaik. Perempatan Masjid Agung dan Gunung Sabeulah. Artinya masalah telah dikerjakan. Tapi belum selesai. Warga mulai bersabab.

Di sini bedanya. Ada pejabat yang menunggu laporan selesai. Ada juga yang langsung mengawasi saat masalah masih berantakan.

Viman memilih yang kedua. Ia tidak marah. Tidak menyentuh. Justru memuji.

“Dishub ini gercep juga. Selain Pak Iwan terang, kerjanya oke juga.” Kalimatnya ringan. Seperti bercanda. Tapi pesannya dalam: kerja cepat dihargai.

Kesesuaian infrastruktur dengan pelaksanaan cepat menjadi kunci agar ketidaklanjutan tidak mengganggu kehidupan warga di Tasikmalaya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan