Padel Tarkam Vol.1 di Kota Tasikmalaya Khusus Internal dengan Hadiah Jutaan Menggiurkan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Phenomena olahraga padel semakin digenang di Kota Tasikmalaya. Komunitas di Tarkam Padel Club mengelola turnamen internal bertajuk Tarkam Padel Tournament Vol.1 yang akan berlangsung Kamis, 2 April 2026, di Sirkle Arena Jalan Terusan BCA. Agi Apriadi, koordinator pertandingan, menjelaskan ajang ini dirancang sebagai aktivitas silaturahmi yang juga mempersiapkan komunitas sebelum mengelola turnamen publik.

“Ini masih internal, belum terbuka untuk luar,” ujarnya Senin (30/3/2026). Turnamen akan menggunakan sistem gugur dengan format berpasangan. Meski hanya berlangsung empat jam, persaingan tetap menyala dengan suasana yang bikin keringat bercucuran. Hadiah total mencapai Rp5 juta, lengkap dengan voucher sponsor. Juara pertama dapatkan Rp2 juta, kedua Rp1,5 juta, ketiga Rp1 juta, dan keempat Rp500 ribu.

Istilah “tarkam” dipilih karena sebagian pemain tidak profesional dan banyak olahraga bareng. “Kita otodidak, main bareng, mabar,” katanya. Fenomena padel bukan hanya di Tasikmalaya, tapi juga di Timur Tengah dan kota-kota besar seperti Bandung dan Jakarta. Tasikmalaya sendiri pun tercatat punya lebih puluhan lapangan, menunjukkan olahraga ini sudah bukan sekadar tren sekaligus.

Pemuda berpendapat, awalnya semak karena FOMO, tapi lama-lama jadi pilihan olahraga yang seru dan kompetitif. Banyak yang terpengaruh dari badminton atau tenis. obstante, pertanyaan besar tetap ada: apakah tren ini akan berkelanjutan atau hanya euforia musiman? Kinerja dompet dari biaya lapangan juga menjadi faktor krusial.

Padel di Tasikmalaya bisa jadi insipirasi untuk bangkit bersama. Olahraga yang awalnya dianggap tendensial kini menawarkan ruang untuk belajar, kompetisi, dan saling mendukung. Meski masih dalam fase internal, potensi pertumbuhan ini membuka pintu bagi komunitas yang ingin eksplorasi aktivitas baru tanpa takut risiko. Semakin banyak yang menyelidiki padel, semakin besar peluang untuk mengubah tren ini menjadi tradisi lokal yang bertahan lama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan