Promotor Konser Jawab Masukan MUI: Melepas Penat – Dimasukkan Tanpa Kesalahan, Walau Adanya Perubahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Kontroversi terhadap rencana konser musik setelah Lebaran di Eks Terminal Cilembang, Tasikmalaya terus memicu perasaan.

Setelah mendapat respon dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Tasikmalaya, pihak penyelenggara akhirnya memberikan penjelasan.

Pendiri promosi dari Shaolin Music, Santo, menilai nama acara “Melepas Penat” yang sebelumnya digunakan tidak bermasalah.

Seperti yang disebut dalam kutipan:
“Berapa yang diminta kritis? Nama acara ‘Melepas Penat’ telah digunakan di puluhan kota sejak beberapa tahun lalu.”

Dikatakan, konsep hiburan dengan tagline tertentu sudah menjadi praktik umum di berbagai wilayah.

“Memang tidak ada aturan yang membatasi nama acara. Kita hanya ingin memberikan hiburan yang seru,” ujar Santo saat dipelajari.

Meskipun demikian, pihaknya mengakui masukan MUI terkait waktu koncer yang dekat dengan Lebaran.

Santo mengadmitri bahwa penyelenggaraan mungkin terlambat karena periode pasca-lembatan.

Tetapi, tujuan utama adalah memberikan hiburan positif, bukan memicu kontroversi.

Seperti yang disebut:
“Kami ingin menghibur masyarakat dengan cara yang sehat. Semua hari adalah kesempatan untuk berkreasi.”

Dikatakan, acara ini juga mendukung ekonomi lokal dengan memasang ratusan pekerja.

“Tim kerja kami yang ber ribuan orang juga berguna, terutama pasca-lembatan untuk membiayai kebutuhan keluarga,” menjelaskan Santo.

Santo juga menyoroti suasana pasca-lembatan yang penuh keberagaman.

“Setelah Lebaran, orang-orang lebih sibuk bertemu keluarga. Tempat wisata dan hiburan juga terbuka, jadi suasana lebih hidup,” katanya.

Dengan demikian, proyek ini tidak hanya menawarkan hiburan tetapi juga memicu kolaborasi di masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan