Di Tasikmalaya, Thecuy.com melaporkan bahwa acara konser musik yang awalnya direncanakan setelah Lebaran di Eks Terminal Cilembang tiba-tiba mengalami perubahan. Setelah mendapat kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya, pamflet acara yang di-bagikan di media sosial sekarang tidak lagi menggunakan judul “Melepas Penat Tasikmalaya”.
Pada Rabu malam (11/3/2026), pamflet tersebut telah diganti dengan judul “Tasikmalaya Bersilaturahmi”. Perubahan judul ini cukup signifikan. Sebelumnya, dengan judul yang dianggap provokatif oleh sebagian pihak, nuansa hiburan menjadi dominan. Sekarang, narasi acara lebih fokus pada aspek agama.
Momen ini dirancang untuk melantunkan sholawat serta lagu religius bersama Haddad Alwi, sebagai ekspresi cinta kepada Rasulullah. Perubahan judul ini terjadi setelah rencana konser tersebut sebelumnya diujung-ujung oleh Ketua MUI Kota Tasikmalaya, KH Muhammad Aminudin Bustomi.
Dengan kata “It’s unusual for Tasikmalaya. The title alone is already provoking. What’s the ‘penat’ about? From the Iran-America war or something else?”, ia menekankan bahwa istilah “melepas penat” tidak sesuai dengan suasana masyarakat setelah Ramadan. “Ramadan seharusnya ditutupi dengan peningkatan nilai spiritual, bukan sebaliknya dengan menyoroti hiburan,” kata dirinya.
Saat ini, situasi global yang dianggap tidak stabil, mengakibatkan dirinya berpendapat masyarakat harus lebih menguatkan aspek moral dan spiritual. “Dengan mimpi perang dunia ketiga yang semakin mendekati, masyarakat harus mempersiapkan bangsa dan anak bangsa. Janganlah terlalu sibuk dengan hiburan,” tegasnya.
Selain soal judul, MUI juga menilai waktu pelaksanaan konser yang diselenggarakan kurang dari sebulan setelah Lebaran, masa yang biasanya masyarakat masih dalam suasana silaturahmi. “Setelah Lebaran orang masih silaturahim. Masih saling berkunjung. Ini malah ada konser. Pemerintah harus tegas. Ngapain juga ada izin seperti itu?” ujarnya.
Penerapan judul yang lebih sensibil terhadap nilai spiritual menegaskan pentingnya harmonisasi antara hiburan dan nilai agama dalam konteks masyarakat pos-penutup Ramadan. Semoga penyesuaian ini menjadi contoh untuk acara-acara lain di masa depan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.