Dari keragaman perspektif, pelaksanaan konser dan event hiburan di Tasikmalaya terus menggeser perdebatan lama: kota yang sering menjadi lokasi pertunjukan, meskipun belum menyediakan fasilitas musik yang memadai. Pemimpin politik musik serta promoter lokal, Zebul Aljabar, menilai struktur pertunjukan di daerah ini masih kurang optimal, baik untuk pengelolaan indoor maupun outdoor.
Menurut pendapatnya, fasilitas yang digunakan hingga sekarang banyak kali memanfaatkan ruang yang tidak dirancang khusus untuk musik. Contohnya, lokasi yang lebih cocok untuk kegiatan umum sering menjadi pilihan, meskipun kualitas akustiknya tidak memenuhi standar untuk konser. Hasilnya, sebagainya, banyak event hanya menjadi pengalaman hiburan sederhana atau bahan konten sosial media, bukan performa musik berkelanjutan.
Zebul mengungkapkan, “Terus sampai sekarang, tidak ada ruang khusus konser yang bisa menampung kebutuhan penyanyi dengan kualitas suara yang baik. Bisa dapati tempat dulu, tapi acousticnya tidak sesuai dengan yang ideal untuk dunia musik.” Kalian yang terlibat dalam event sering memprioritaskan aspek visual atau promosi media sosial, bukan kualitas musik yang benar-benar dimanfaatkan.
Potensi Tasikmalaya dalam industri event musik sangat besar, tapi membangun sejenis infrastruktur ini membutuhkan dukungan pemerintah yang tegas. “Kalau ada fasilitas yang direncanakan khusus untuk konser, dengan akses yang mudah dan luas, itu bisa jadi solusi untuk memperkuat industri ini,” ujar Zebul.
Orang lain yang berserakan pendapat sama, Atik Suwardi Kadarman, Kepala Musisi Peduli Tasikmalaya, mengakui masalah ini sudah lama terjadi. Ia pernah menyampaikan ide membangun venue musik khusus kepada pejabat daerah, tapi hingga saat ini belum ada respon nyata. “Kita sering dipaksa pakai stadion atau ruang lain, yang tentu saja bukan solusi optimal untuk konser musik,” ujarnya.
Untuk meningkatkan potensi Tasikmalaya sebagai lokasi event musik, diperlukan pengembangan fasilitas yang lebih terarah. Sebagai contoh, kota lain seperti Bandung atau Surabaya telah sukses mempraktikkan ruang khusus konser dengan desain akustik yang memadai. Tindakan serupa ini bisa menjadi referensi untuk Tasikmalaya.
Dengan infrastruktur yang memadai, Tasikmalaya bisa menjadi magnet untuk penyanyi lokal dan internasional. Bukan hanya meningkatkan keberagaman budaya, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengunjung dan pendukung event. Hasilnya, kota ini bisa mengubah reputasi dari tempat yang sering hanya dipakai untuk kegiatan umum menjadi pusat budaya musik yang dihargai.
Investasi dalam ruang khusus konser bukan hanya soal fasilitas fisik, tapi juga kualitas pengelolaan. Disediakan dengan benar, Tasikmalaya bisa menarik lebih banyak artis dan peminat, serta menjadi contoh bagi kota lain yang punya potensi serupa. Langkah ini harus diambil segera agar potensi yang ada bisa direalisasi sepenuhnya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.