Ketua MUI Kota Tasikmalaya menyarankan koncert musik usai Lebaran yang sedang diwasi.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Rencana konser musik yang bertema Melepas Penat Tasikmalaya, yang akan digelar setelah Lebaran di Eks Terminal Cilembang, telah sehingga KH Muhammad Aminudin Bustomi, Ketua MUI Kota Tasikmalaya. Menurut ketua MUI, periode setelah Ramadan seharusnya menjadi saat untuk refleksi spiritual, bukan untuk menghadirkan hiburan yang dianggap tidak sesuai dengan suasana agama masyarakat.

KH Aminudin menyiratkan bahwa istilah “melepas penat” setelah Ramadan menimbulkan pertanyaan. “Rumah tangga ini baru terjadi di Tasikmalaya. Tajuknya sendiri sudah provokatif. Penat dari mana? Dari perang Iran atau Amerika?” kata ia dengan nada sarkas. Ia juga mengingatkan kondisi global yang dinamis, di mana dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik. “Kita sedang persiapan Perang Dunia Ketiga. Harus fokus pada penguatan moral dan spiritual, bukan hiburan,” tegasnya.

Konser digelar sehari demi sehari setelah Lebaran, pas sambil masyarakat masih dalam suasana silaturahmi. “Setelah Lebaran orang masih saling berkunjung. Ini malah ada konser? Pemerintah harus tegas. Kenapa izin diberikan?” mengkritik KH Aminudin. Ia juga mempertanyakan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, menilai keuntungan sering hanya didapat oleh penyelenggara, sedangkan masyarakat merasa keterburukan.

Dengan ini, ia meminta pemerintah, dinas terkait, hingga aparat hukum untuk bertepang terhadap polemik. KH Aminudin menekankan bahwa hiburan seharusnya dikerjakan dengan mempertimbangkan konteks spiritual dan kebutuhan masyarakat, agar tidak merugikan nilai-nilai penting yang diiqtinalah oleh masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan