FHGTK Tasikmalaya Menyampaikan Bupati yang Tidak Menghindari Guru PPPK dengan Mengurangkan Waktu

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

FHGTK di Tasikmalaya mengkritik Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin karena tidak menunjukkan emosi mendalam. Sementara PPPK Paruh Waktu masih menunggu penjelasan gajinya, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengembangkan program insentif untuk guru paruh waktu, guru ngaji, guru madrasah, dan pengurus masjid.

Ketua FHGTK Tasikmalaya, Aris Yulianto, mengungkapkan ketidakpastiannya terhadap keputusan ini.Secondoinya, gaji guru paruh waktu masih dalam kerangka penundaan, dan insentif ini tidak cukup untuk mengatasi kekhawatiran mereka.

“Bukan kami tidak mendukung program pemerintah, tapi kami merasa Bupati dan pemerintah daerah masih kurang bersikap,” kata Aris. Ia mengajukan pertanyaan akan empati terhadap kebutuhan PPPK paruh waktu yang terus menghadapi ketidakadilan.

Langkah Bupati ini seolah menggeser isu utama: kejelasan gaji guru paruh waktu. Aris mengkritik bahwa pemeriksaan dari DPRD mengungkapkan kurangnya komitmen daerah dalam menyelesaikan masalah ini.

“Pemerintah harus transparan dengan informasi. Jika ada keterbatasan anggaran, seharusnya disampaikan secara jelas,” tegasnya. Aris meminta pemerintah daerah menggembangkan kebijakan yang adil dan langsung menghadapi kekhawatiran PPPK.

Tidak hanya Tasikmalaya, beberapa daerah lain juga menghadapi masalah serupa dalam pengelolaan gaji guru paruh waktu. Data dari survey tahun 2025 menunjukkan 40% dari provinsi di Indonesia masih tidak memiliki solusi definitiva.

Contoh kasus, di Jawa Barat, pemerintah mengadopsi pembayaran gaji melalui program digital yang fleksibel, sehingga PPPK dapat mengakses dana dengan lebih cepat.

Insentif yang disampaikan Bupati Tasikmalaya mungkin menjadi solusi sementara, tetapi tanpa kejelasan jangka panjang, rintangan sosial bagi PPPK paruh waktu mungkin menjadi lebih ketat.

Empati dalam pengelolaan keuangan publik bukan hanya tentang anggaran, tapi juga tentang cara komunikasi dan pengambilan keputusan.

Pertanyaan utama saat ini adalah apakah pemerintah Tasikmalaya akan berkomitmen untuk menyelesaikan isu gaji guru paruh waktu, atau apakah ini hanya menjadi tatalaksana tanpa dampak nyata?

Dengan semangat persahabatan, pemerintah daerah dapat membangun kepercayaan masyarakat dan menunjukkan ketegunan terhadap kebutuhan guru paruh waktu yang vital untuk sistem pendidikan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan