KDMP Tersendat di Sukarame, Tasikmalaya, Tidak Ada Tanah Desa dan Lima Desa Masih Berburu Lahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Proses pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Sukarame, Tasikmalaya, tetap dalam tahap penundaan karena ketertarikan lahan yang terbatas. Dari enam desa yang terdaftar, hanya satu desa yang telah memulai pembangunannya, sementara lima desa lain masih mencari lokasi yang sesuai.

Kepala Desa Sukamenak, Sukarna, mengungkapkan bahwa desanya belum memiliki tanah yang bisa digunakan untuk KDMP. Lahan milik desa ini sebagian besar sudah dipakai untuk konstruksi sekolah dasar. “Kami tidak memiliki tanah carik desa. Lahan yang tersedia sudah dialokasi untuk kebutuhan pendidikan,” ujarnya kepada media.

Sebagai solusi, Camat Sukarame menyarankan konvening musyawarah desa khusus (Musdesus) untuk mencari alternatif. Salah satunya adalah persetujuan masyarakat untuk membeli tanah bersama. Namun, pendapat ini dianggap sulit dikembangkan karena butuh dukungan finansial yang besar.

Harga tanah di Sukamenak juga menjadi penghalang. Di Desa Bojong Pari, harga sudah mencapai Rp 12 juta per bata. “Pembelian lahan ukuran 30 x 20 meter membutuhkan dana yang cukup besar,” tetapkan Sukarna.

Pemerintah desa juga tidak ingin memaksa masyarakat menggunakan fasilitas umum seperti lapangan sepak bola milik warga. Hal ini dianggap bisa memicu konflik. “Kami tak ingin merendahkan kebenaran. Jika dipaksakan, akan terjadi demonstrasi,” tegasnya.

Sekarang, pembangunan KDMP masih menunggu arahan dari Camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, atau pemerintah kabupaten. Sukarna dan kepala desa lain menunggu petunjuk lebih lanjut.

Lapangan bola milik masyarakat tetap menjadi solusi alternatif. Namun, pengadayaan jika dipaksakan untuk pembangunan bisa mendesak. “Kami lebih memilih jalan yang harmonis dengan warga,” ujar Sukarna.

Kondisi ini menegaskan kesenjangan dalam pengembangan KDMP. Tanpa lahan yang memadai, budidaya kolektif seperti KDMP sulit berjalan. Solusi yang efisien diperlukan agar desa Sukamenak bisa mengembangkan kekayaannya tanpa menghadapi beban finansial dan sosial yang besar.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan