Implementasi Skema Carter di Kota Tasikmalaya Meminta Penerbangan dari Bandara Wiriadinata Beroperasi di Pasar Tanpa Subsidi APBD

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kota Tasikmalaya memperbarui kebijakan terkait pengaktifan penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata. Sistem carter sebelumnya yang mengarahkan dana APBD tidak lagi berlaku. Sekarang, operasi penerbangan harus didasari pasar, bukan subsidi anggaran.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menjelaskan bahwa pembukaan jalur udara harus memenuhi kebutuhan masyarakat sebenarnya serta memiliki potensi bisnis jangka panjang. “Kita bukan hanya membuka bandara sebagai simbol, tapi untuk mendukung pengembangan ekonomi di Kotapunan dan wilayah sekitarnya,” ujarnya setelah Musrenbang di Kantor Disdik.

Pelaksanaan ini melibatkan konsultasi dengan kepala daerah Provinsi Priangan Timur. Tujuannya adalah menyatukan strategi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan di seluruh wilayah. “Pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kota, tapi juga memperluas akses wilayah,” tegas Viman.

Pengalaman tahun 2023 menjadi peringatan. Pada saat itu, pemerintah harus menghabiskan Rp1 miliar untuk mengatasi kerugian pihak ketiga dalam skema carter. Peran sekarang berubah menjadi penjamin kursi kosong, mirip membuka warung tapi konsumen ditarik dana daerah.

Sekarang, kerjasama langsung dilakukan dengan maskapai penerbangan melalui rute reguler. Pengguna bisa membeli tiket secara mandiri via platform seperti Traveloka. “Sistem ini transparan, jadwal penerbangan ditetapkan resmi oleh maskapai tanpa ketergantungan pemerintah,” menjelaskan Viman.

Sebelum pemukiman, Pemkot akan menyiapkan studi kelayakan. Penelitian ini mencakup analisis potensi ekonomi, turisme, dan kebutuhan masyarakat. Hasilnya diharapkan memberikan dasar kuat bagi pengambilan keputusan.

Berdasarkan tren terkini, pendekatan pasar dalam penerbangan komersial menunjukkan potensi tumbuhnya ekonomi regional. Kota Tasikmalaya tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga memastikan kebutuhan pasar menjadi fondasi pembangunan.

Dengan sistem ini, masyarakat bisa mengakses penerbangan dengan lebih mudah. Ini juga menjadi peluang bagi bisnis di Kotapunan untuk berkembang melalui penguntungan transportasi udara.

Pemerataan data menunjukkan bahwa kota dengan strategi pasar yang jelas mengalami peningkatan dalam potensi wisata dan perdagangan. Tasikmalaya dapat menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia untuk prioritas kebutuhan masyarakat dalam pengembangan ekonomi.

Penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata bukan hanya tentang konektivitas, tapi juga tentang menciptakan nilai bagi masyarakat. Dengan pendekatan ini, Tasikmalaya menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah bisa fleksibel, responsif, dan berfokus pada dampak jangka panjang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan