Pria-pria di Tasikmalaya, Radartasik.ID — Salah satu saung yang sering menjadi tempat adu kemiri di Kawasan Persawahan Kampung Cilembang, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, terjadi pengusiran terakhir oleh pihak pengawas dan masyarakat, Jumat (27/2/2026) siang. Tindakan ini dilakukan dalam konsensus antara TNI-Polri, aparat desa, serta tokoh setempat sebagai reaksi terhadap kekhawatiran rakyat.
Langsung adu kemiri yang dianggap merusak dikecang oleh tim gabungan setelah penegakan tata kelola. Aktivitas tersebut dianggap tidak sesuai, terutama ketika berlangsung di bulan Ramadan—masa yang wajib diselenggarakan untuk ibadah.
Sebelum dibongkar, pihak yang bertanggung jawab sudah berkonsultasi dengan pemilik saung. Setelah izin diberikan, bangunan sederhana dari kayu dengan atap asbes dan tabungan diambil melalui kerja sama masyarakat.
KH Yan Yan Albayani, seorang ulama, mengaku langkah ini sebagai upaya menjaga keutuhan dan bersihnya bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa adu muncang tidak sesuai dengan tujuan masa suci ini.
Camat Mangkubumi, Drs Selamat, menjelaskan bahwa pemberontakan dilakukan karena klaim masyarakat yang merasa terganggu. Langkah ini juga merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah serta komitmen menjaga reputasi Tasikmalaya sebagai kota yang menghormati agama.
Penghapusannya menjadi simbol kerja sama untuk menjaga kondisi hidup wajar di bulan Ramadan.
Saat ini, beberapa upaya konsensus telah dilakukan untuk menghentikan aktivitas yang merusak. Sekarang, masyarakat di Tasikmalaya diajak mempertahankan simpatifida dengan peningkatan ihwal spiritual.
Praktik serupa ini bisa menjadi referensi bagi wilayah lain untuk mencegah pemalsuan budaya lokal. Meskipun masalah ini telah dipulihkan, pengamanan wajib tetap terjaga.
Bayangkan, masa Ramadan yang seharusnya penuh dengan doa dan pembelajaran agama, malah jadi waktu yang terganggu. Ini mengingatkan kita untuk memperhatikan kekuasaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan, terutama di masa yang berarti bagi umatMuslim.
Setiap masyarakat bisa menjadi penegak hukum takra. Jangan tunggu keadaannya berulang, siapkan kolaborasi cepat dengan para penasihat dan ulama.
Setiap adu muncang memengaruhiسية budaya. Jangan biarkan lokasi sakral menjadi tempat kejahatan.
Kita semua memiliki peran dalam menjaga kebersihan spiritual. Mulailah dari sini—seperti yang dilakukan di Tasikmalaya.
Setiap masa Ramadan yang bersih adalah investasi untuk keberlanjutannya.
Pria-pria di Tasikmalaya, Radartasik.ID — Salah satu saung yang sering menjadi lokasi adu kemiri di Kawasan Persawahan Kampung Cilembang, Kelurahan Cigantang, Kecamatan Mangkubumi, telah dipinang oleh pihak terkait dan masyarakat, Jumat (27/2/2026) siang. Langkah ini dilakukan secara bersama oleh TNI-Polri, aparat desa, serta tokoh setempat untuk menjawab kekhawatiran rakyat.
Aktivitas yang dianggap merusak dilakukan di bulan Ramadan, masa yang wajib diselenggarakan untuk ibadah spiritual.
Sebelum dibongkar, pihak yang bertanggung jawab berdiskusi dengan pemilik saung. Setelah persetujuan diberikan, bangunan sederhana dari kayu dengan atap asbes dimintahkan melalui kerja sama masyarakat.
KH Yan Yan Albayani, seorang ulama, menjelaskan bahwa ini adalah upaya menjaga ketenangan bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa adu muncang tidak sesuai dengan tujuan utama masa suci ini.
Camat Mangkubumi, Drs Selamat, menjelaskan bahwa tindakan ini adalah respon terhadap klaim masyarakat yang merasa terganggu. Langkah ini juga merupakan bagian dari penegakan peraturan daerah serta peran untuk menjaga citra Tasikmalaya sebagai kota yang menghormati agama.
Penghapusannya menjadi simbol kerja sama untuk menjaga kondisi hidup wajar di bulan Ramadan.
Aktivitas ini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mencegah pemalsuan budaya lokal. Meskipun masalah ini telah ditangani, pengamanan wajib tetap terjaga.
Pemahaman bahwa Ramadan adalah waktu untuk ibadah spiritual, bukan untuk aktivitas merusak, perlu diperkuat. Setiap masyarakat bisa menjadi penegak hukum takra.
Setiap adu muncang tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan nilai-nilai budaya.
Kita semua memiliki peran dalam menjaga kebersihan spiritual. Mulailah dari sini—seperti yang dilakukan di Tasikmalaya.
Setiap masa Ramadan yang bersih adalah investasi untuk keberlanjutannya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.