Mahasiswa di Kota Tasikmalaya Berlanjut, Aksi Kamisan Bawa Duka Dikenang BEM Soroti Kinerja Pemerintahan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Aksi simbolik di Tasikmalaya tonight menggelar dengan pelan. Banyak warga dan mahasiswa berjalan dari Taman Kota menuju Tugu Mak Eroh, membawa payung hitam dan poster tuntutan. Aksi ini mirip dengan Aksi Kamisan yang rutin di depan Istana Negara, tapi lebih personal dan tajam.

Dari Tasikmalaya, model demonstrasi seperti ini jarang muncul. Namun kali ini, mahasiswa dan masyarakat memilih turun dengan pesan utama: duka terhadap kematian Arianto Tawakal, siswa SMP kelas 1 di Maluku yang diduga dipukul helm oleh pejabat polisi. Koordinator Aksi, Ardiansyah Ali, menekankan kehadirannya bukan sekadar simbol, melainkan panggilan untuk transparansi.

“Kita ingin kasus ini ditangani tanpa rahasia. Tidak boleh ada kekerasan terhadap warga, terutama anak-anak,” ujarnya. Masyarakat juga menyelenggarakan rekonstruksi simbolik video viral, mempraktikkan adegan pemukulan dengan helm di Tugu Mak Eroh. Poster dengan pesan keadilan dan menolak impunita aparat ditampilkan tinggi.

BEM Se-Tasik Raya juga menggelar demonstrasi di Polres dan Bale Kota. Fokusnya pada tata kelola daerah, bukan kasus Maluku. Koordinator, Dede Firmansyah, mengkritik ketidakhadiran Wali Kota Tasikmalaya saat aksi. “Kami ingin diskusi, bukan hanya teriak. Wali Kota sering tiba-tiba,” kata Dede.

Aksi ini dianggap escalasi karena nota kesepakatan sebelumnya belum terwujud. BEM Se-Tasik Raya mengancam akan menambahnya.

Data terkini menunjukkan energi mahasiswa di Indonesia semakin mengemuka. Pada 2025, jumlah demonstrasi student-led meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya, terutama terkait krisis sosial dan transparansi pemerintah.

Aksi di Tasikmalaya menjadi panduan. Keadaan Arianto Tawakal harus menjadi penanda bahwa masyarakat tidak akan diam bumi. Latar belakang policemen yang berani memukul anak-anak harus ditangani dengan ketat.

Demikianlah aksi. Jangan biarkan duka menjadi acak. Semua orang punya hak untuk meminta keadilan. Setiap demonstrasi, sekecil atau besar, adalah langkah untuk mengubah realitas. Jangan ragu mengejar kebenaran dan membiarkan suara masyarakat dibersihkan dari keterangan yang tak adil.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan