Lubang Tambang Ilegal Menghasilkan Masalah di Tasikmalaya, Warga Masih Menunggu Reklamasi yang Tak Datang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Kota Tasikmalaya terus menghadapi ancaman utama: lingkungan terancam oleh aktivitas tambang ilegal. Di beberapa wilayah seperti Kampung Rancabendem, Kecamatan Bungursari, galian pasir dulu menjadi sumber kerusakan. Bukan hanya mengganggu keamanan warga, tetapi juga merusak struktur alam yang sulit dikembalikan.

Dikri Rizki Ramadhan, Kepala Bidang Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam di Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa dalam tambang legal, reklamasi adalah keharusan. Namun, jika proses ilegal, tanggung jawab tidak tertangani. “Di sini penting agar pemerintah tidak hanya menilai, tetapi langsung bertindak memulihkan,” kata Dikri.

Kasus ini menunjukkan dampak yang langsung terasa. Tanah rusak, lubang berbahaya, dan jalan terganggu menjadi bukti kesudahan. Warga Rancabendem merasa tak nyaman dengan kondisi yang terus berubah. Ada risiko longsor, genangan air di area terpinggir, serta kebisingan dari kendaraan yang mengangkut material tanpa izin.

Pemerintah Kota Tasikmalaya memiliki peran strategis. Dikri meminta pengawasan lebih rapi, mulai dari pengendalian tata ruang hingga mitigasi sosial. Namun, koordinasi dengan pemda dan kepolisian masih lemah. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seharusnya menjadi alat jitu, tetapi hingga kini belum terlihat efektif.

Dampak lingkungan tidak hanya berujang. Ekosistem air bisa terganggu, meningkatkan risiko banjir. Selain itu, aktivitas ilegal merusak jalan tol dan infrastruktur lokal. Di masa depan, degradasi alam ini bisa menghancurkan keseimbangan tata air di daerah tersebut.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memiliki kewenangan untuk mengawasi ekonomi di wilayahnya. Namun, Dikri menilai pengawasan ini perlu lebih terarah. Batang besar harus turun tangan mencegah eksploitasi yang tidak berkelanjutan.

Beberapa tahun kematangan, jika tidak dipercepat, kondisi ini bisa menjadi contoh kekhawatiran luas bagi masyarakat. Tanggapan pemerintah harus lebih kuat, bukan hanya dengan kata-kata. Masyarakat juga perlu lebih partisipatif untuk melaporkan aktivitas ilegal.

Dampak lingkungan dari aktivitas ilegal ini mengingatkan bahwa kelestarian alam membutuhkan kerja sama saling mendukung. Pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait harus berkomitmen untuk mencegah kerugian yang tidak terkontrol. Langkah keras seperti operasi terpadu, reklamasi mendadak, dan penegakan hukum yang efektif menjadi solusi kunci. Tanpa ini, kebijakan berkelanjutan akan sulit tercapai.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan