HUT Ke-53: KSPSI Kritik Perjuangan Hak Buruh

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Kepala organisasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengajak segala anggota untuk tetap berstandar dalam mempromosikan hak-hak buruh. Ia bersyukur atas komitmen militantnya yang tetap fokus pada keberlanjutan perjuangan. “Setelah 53 tahun, kami harus terus berenergi menjaga keberagaman dan keseragaman antar anggota,” ujarnya di tasyakuran HUT ke-53 di Purwakarta.

Andi Gani menekankan bahwa KSPSI tetap akan menjeritkan pemerintah dengan cara yang konstruktif. Ia menyatakan bahwa hubungan dengan pejabat negara tidak menghalangi ekspresi aspiasi pekerja. “Kami tetap dengan dialog, tapi tetap kritis, karena hal-hal yang berdampak pada kehidupan buruh tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Organisasi ini mengungkapkan kekuatan ekonomi melalui aset koperasi yang dikelola. Total aset mencapai Rp 1,9 triliun, yang diajukan oleh Ketua Dewan Penasihat. “Keterlibatan kita bukan hanya dalam gerakan, tetapi juga ekonomi. Koperasi adalah bukti bahwa kita bisa berdampingan di Asia Tenggara,” ia sampaikan.

KSPSI akan mengembangkan aktivitas HUT ke-53 di Jawa Barat dan Jawa Timur. Andi Gani berharap momentum ini memperkuat posisinya sebagai organisasi pemimpin dalam perjuangan buruh. Acara包括 musik politik, puasa bersama, dan hadirannya dari berbagai instansi seperti Kapolri dan Pejabat Ketenagakerjaan.

Pengakuan Andi Gani menekankan bahwa KSPSI tetap fokus pada tujuan utamanya. “Kita bukan sekadar organisasi, tetapi gereja yang berusaha melindungi kepentingan rakyat,” ia katakan. Keterlibatan 1.550 milisi dari berbagai wilayah menunjukkan keberagaman dan keberatan dalam perjuangan.

Keberadaan pejabat pemerintah dan pemimpin organisasi di tasyakuran melambangkan dukungan institutional. Namun, Andi Gani tetap menekankan bahwa keseragaman tetap menjadi fondasi utama. “Kami tidak ingin tergantung pada kebijakan, tetapi ingin membangun keberagaman diri sendiri,” ia tambahkan.

Pada akhir tasyakuran, pesan Andi Gani menginspirasi untuk terus berjuang. “Hukum buruh adalah hak yang tak bisa dipertukar. KSPSI akan selalu menjadi pandu dalam mempersatut kita,” ia ceritakan. Pesan ini disertai dengan puasa bersama yang melukis semangat persatuan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan