Review JBL Sense Pro Open Ear: Bukan Hanya untuk Podcast

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Desain open ear sering dikaitkan dengan kompromi. Suaranya biasanya tergolong rendah, bass kurang kencang, dan lebih cocok untuk mendengar podcast sambil tetap menyadari lingkungan. Namun JBL Sense Pro mewakili pendekatan baru.

Model ini merupakan bagian tertinggi dari barisan open ear terbaru JBL, dan di versi pertama ini sudah menegakkan visi besar. Bukan cuma earbuds yang masuk ke dalam telinga, tapi menempel di luar melalui bentuk hook yang mengelilingi telinga seperti perangkat mini circumaural.

Awalnya terdengar aneh: speaker kecil yang tergantung dekat telinga tanpa isolasi, bagaimana bisa terdengar profesional untuk musik? Hasilnya却什人 meloncat.

Desain hook yang fungsional
JBL Sense Pro menggunakan pengait yang fokus pada stabilitas. Karena tidak “menyemprot” di dalam telinga, hook ini menjamin earbuds tetap pas meski digunakan saat berjalan atau aktivitas ringan. Versi Pro juga memiliki modul belakang seperti pendant kecil yang berfungsi sebagai tempat baterai dan sensor getaran tulang. JBL memanfaatinya untuk mendeteksi suara pengguna saat bertelepon, sehingga fitur noise cancellation lebih efektif.

Kualitas suara: bass yang tidak main-main
Aspek paling menarik dari JBL Sense Pro adalah kualitas audio. Meski ekspektasi untuk open ear biasanya suara terdengar jauh dan “kosong”, di sini bass justru kuat dengan karakter hangat dan dekat. Meskipun belum setara dengan earbuds premium ber-ANC penuh, di kategori open ear ini terasa jauh lebih serius dari perangkat sekunder biasa.

Untuk musik santai, kerja, atau jalan sore, performa sudah memuaskan. Bahkan musik klasik atau track dengan detail instrumen tetap terdengar bersih.

Pengalaman pakai: tetap wasa dengan sekitar
Keunggulan utama open ear tetap ada: kamu tidak terisolasi. Sense Pro cocok untuk situasi seperti memasak, bekerja di kantor, atau jalan di alam terbuka. Suara lingkungan seperti burung, angin, atau ambience kafe masih masuk, dan itu justru menjadi bagian pengalaman.

Untuk panggilan, fitur ini lebih responsif dibanding open ear lain. Sensor getaran tulang membantu menangkap suara pengguna lebih konsisten, terutama di lokasi penuh suara. Meski di kondisi ekstrem suara kadang terdengar “diproses” seperti AI, hasilnya melambangkan saat dipakai di lingkungan lebih tenang.

Fitur modern lengkap
Sense Pro membawa fitur kelas atas:

  • Bluetooth 6.0
  • Auracast
  • Multipoint connection
  • Hi-Res Audio
  • IP54 tahan debu dan cipratan air
  • Wireless charging
  • Baterai 8 jam + 30 jam dari charging case

Posisi untuk suara perlu sedikit penyesuaian setiap kali dipakai ulang, dan clamp kecil kadang terpindah tanpa sengaja. Namun, JBL Sense Pro adalah open ear yang terasa matang sejak awal. Suaranya tidak sekadar pas-pasan, tapi cukup menyenangkan untuk musik. Desain fungsional, dan sensor getaran tulang memberikan nilai tambah nyata untuk panggilan.

Ini bukan pengganti earbuds ANC untuk kereta atau penerbangan, tapi sebagai pelengkap untuk aktivitas sehari-hari yang membutuhkan kesadaran lingkungan.

Bagi pengguna yang ingin kombinasi antara suara mandiri dan kesadaran lingkungan, JBL Sense Pro menunjukkan inovasi yang relevan. Teknologi open ear mungkin belum sempurna, tapi dengan pengembangan lebih lanjut, potensinya untuk aplikasi kesehatan atau komunikasi real-time bisa lebih besar lagi.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan