Cak Imin memberikan pesan langsung kepada direktur baru BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Ia meminta pengelolaan anggaran operasional dilakukan dengan penuh tanggung jawab agar dana bisa digunakan sesuai kebutuhan. “Tidak boleh ada lagi pengeluaran berlebihan atau acara acak. Kelolaannya harus profesional dan transparan,” ujarnya di Kemenko PM, Jakarta, 20 Februari 2026.
Negara setiap tahun menyetorkan lebih dari Rp 5 triliun untuk mendukung BPJS. Setiap rupiah adalah keharusan yang harus dilindungi dengan teliti. Cak Imin menekankan pentingnya mengelola risiko dan biaya lepas secara teratur.
Penguatan kepesertaan aktif BPJS Kesehatan menjadi prioritas. Saat ini lebih dari 283 juta masyarakat menjadi penerima manfaat. Dirut baru diwujudkan rapat dengan menteri kesehatan, sosial, dan jajaran BPJS untuk memadukan persoalan tertunda. Cak Imin menyarankan, yang tidak mampu bayar harus dapat bantu, sementara yang mampu harus berkomitmen tegas.
Rencana lain adalah menghapus tunggakan iuran bagi kelompok rentan. Cak Imin menyarankan sistem digital lebih efisien dan layanan yang tidak mengabaikan kesenjangan daerah. “Kita harus pastikan layanan kesehatan bisa diakses sepenuhnya, termasuk bagi yang berisiko tinggi,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap fokus pada keamanan masyarakat. Cak Imin meminta komitmen bersama dari berbagai lembaga untuk memastikan pembiayaan dan klaim dilakukan dengan cepat. “Ini adalah bagian dari visi kita untuk membantu masyarakat naik kelas,” pungkusnya.
BPJS harus menghindari pengeluaran tidak produktif. Cak Imin meminta direktur baru menghindari acara seremonial yang tidak berfaktor. “Semua rencana harus terfokus pada kebutuhan sebenar, bukan kelebihan formalisme,” katanya.
BPJS Kesehatan perlu mempercepat proses pembayaran. Cak Imin menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga untuk mencegah keterlambatan. “Setiap proses harus lancar agar masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ujarnya.
BPJS harus tetap transparan. Cak Imin meminta dirigur baru memberikan laporan rutin. “Ketelitian dalam manajemen risiko dan penggunaan dana sangat penting,” katanya.
BPJS Kesehatan memiliki potensi besar. Cak Imin menargetkan meningkatkan jumlah peserta aktif melalui layanan digital yang lebih inklusif. “Ini bisa menjadi solusi untuk inklusi sosial,” ujarnya.
BPJS perlu mengoptimalkan teknologi. Cak Imin menegaskan pentingnya aplikasi yang mudah dipake. “Dengan digitalisasi, proses bisa lebih cepat dan transparan,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap fokus pada kebutuhan masyarakat. Cak Imin meminta direktur baru mengadaptasi dengan perubahan. “Ini adalah tantangan yang harus dihadapi bersama,” ujarnya.
BPJS harus menghindari korupsi. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada pengawasan yang ketat. “Transparansi adalah kunci untuk menjaga keamanan dana,” katanya.
BPJS Kesehatan memiliki misi besar. Cak Imin meminta direktur baru menjalankan tugas dengan presisi. “Setiap rencana harus dipertimbangkan dengan teliti,” ujarnya.
BPJS harus tetap berkelanjutan. Cak Imin menekankan pentingnya pengelolaan jangka panjang. “Kita tidak boleh mengabaikan isu jangka menengah,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap inklusif. Cak Imin meminta direktur baru tidak membiarkan adanya kesenjangan. “Setiap orang harus dapat mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.
BPJS harus tetap responsif. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada reaksi cepat terhadap isu. “Kita harus siap menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap terpercaya. Cak Imin meminta direktur baru membangun kepercayaan masyarakat. “Ini adalah inti dari visi kita,” ujarnya.
BPJS harus terus berinovasi. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada solusi baru. “Ini bukan hanya tentang teknologi, tapi juga cara kita berkomunikasi,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap fokus pada kesejahteraan. Cak Imin meminta direktur baru selalu mengingat tujuan utamanya. “Setiap langkah harus memperbaiki kondisi masyarakat,” ujarnya.
BPJS harus tetap berkelanjutan. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada penyelenggaraan yang tepat. “Ini adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan serius,” katanya.
BPJS Kesehatan harus tetap berkelanjutan. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada pengelolaan yang tepat. “Ini adalah tantangan yang harus dihadapi bersama,” ujarnya.
BPJS harus tetap berkelanjutan. Cak Imin menegaskan kebutuhan pada pengelolaan yang tepat. “Ini adalah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan serius,” katanya.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
๐ Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
๐ Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.