Pasar Induk Cikurubuk, Kota Tasikmalaya Harus Terus Beroperasi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

PASAR INDUK CIKURUBUK DI TASIKMALAYA MEMPERIKSA TUNGGUAN PENDUKUNG PENGEMBANGAN PASAR TRADISIONAL. Aktivitas perdagangan di kawasan ini mengalami penurunan signifikan seiring dengan penurunan sekitar 1.500 kios dalam beberapa bulan terakhir. Perubahan ini mengakibatkan kekhawatiran terhadap penurunan aktivitas jual beli di pasar tradisional yang telah lama berdiri.

Pergerakan ini terkait dengan transformasi perlahanan perdagangan menuju digitalisasi. Produk dan layanan semakin dijasoskan melalui platform online, sehingga transaksi tatap muka tidak lagi menjadi opsi utama bagi konsumen. Sebagai respon, pelaku usaha perlu beradaptasi dengan strategi pemasaran yang lebih fleksibel, termasuk memanfaatkan teknologi digital.

Kemuan Kadin Tasikmalaya, Asep Saepulloh, mengaku bahwa adaptasi ke dunia digital masih sulit digampangkan. Masih banyak pedagang yang kesulitan memahami dan memanfaatkan teknologi. Untuk mendukungnya, Kadin secara berkala mengadakan pelatihan digital dengan kolaborasi sama ahli media sosial. “Kami sudah partnership dengan TikTok, jadi pelatihan digital sudah ada,” kata Asep Saepulloh.

Namun, potensi ini masih terbatas karena kondisi infrastruktur pasar yang belum memadai. Aksesibilitas kawasan Cikurubuk juga memengaruhi minat masyarakat untuk berbelanja langsung, terutama saat musim hujan. “Kita harus datang pasang saat cuaca tidak bagus,” ujar Asep Saepulloh.

Untuk mengembangkan Pasar Cikurubuk, diperlukan kolaborasi antarparti melalui pendekatan pentahelix. Fokus harus diatur pada pembenahan infrastruktur dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Selain itu, pasar ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pasar tematik seperti yang dilaksanakan di Pasar Cihapit Bandung. Namun, ini memerlukan fasilitas yang lebih terarah dan konsep inovatif.

Pembangunan Pasar Cikurubuk membutuhkan kolaborasi multidimensi, terutama penguatan infrastruktur dan strategi pemasaran yang inovatif, agar pasar bisa kembali menjadi pusat perdagangan yang dinamis dan berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan