Danantara: Pivotal Policy at the Crossroads of Light and Darkness

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Danantara: Kebijakan Thecuy di Titik Terbatas

Jakarta – Inosentius Samsul, yang sebelumnya ditolak menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK), saat ini menjabat sebagai Senior Director Legal Asset Management di Badan Pengelola Investasi Danantara. Ia kini menjadi bagian dari tim yang mengelola proyek strategis dengan tujuan mempercepat investasi nasional. Beban ini mencerminkan kehadiran Danantara sebagai upaya besar yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan ekonomi Indonesia.

Namun, ini bukan sekadar kebijakan biasa. Dalam perspektif perekonomian, Danantara memerlukan analisis yang lebih mendalam. Ia dianggap sebagai kebijakan pivotal, sesuatu yang dapat mengubah struktur sistem ekonomi secara radical.

Beberapa alasan mendukung keterkaitan Danantara dengan pengelolaan aset besar. Pertama, skala pengelolaan mendekati US$ 900 miliar. Hal ini menjadikannya entitas investasi negara terbesar di dunia. Kedua, konsolidasi pengelolaan BUMN dan pembiayaan proyek strategis dalam satu lembaga menciptakan daya pengaruh yang luas. Ketiga, Danantara diposisikan untuk memecahkan bottleneck pembiayaan di era global yang kompetitif.

Namun, daya pengaruh ini juga membawa risiko. Ketika kebijakan semakin besar, potensi kerusakan sistemik juga meningkat. Contohnya, konsentrasi aset dalam satu lembaga dapat meningkatkan risiko jika ada kesalahan alokasi. Selain itu, keandalan dan kepercayaan publik menjadi krusial. Tanpa itu, biaya modal akan meningkat dan daya pengaruh kebijakan akan terkurangi.

Danantara juga menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tekanan komersial dengan tujuan pembangunan. Jika fokus pada proyek berisiko tinggi terlalu dominan, mungkin muncul risiko pengurangan daya pengaruh dana. Pengalaman internasional menunjukkan bahwa garis batas antara pembangunan dan distorsi alokasi modal sangat halus.

Agar Danantara berhasil, perlu prioritas tiga hal. Pertama, memastikan akuntabilitas dan transparansi mencapai standar tertinggi. Kedua, membangun profesionalisme yang tegas agar keputusan investasi tetap berbasis analisis jangka panjang. Ketiga, menerapkan manajemen risiko yang realistis, termasuk penanganan risiko ekstrem.

Danantara merupakan keputusan besar yang memerlukan keberanian dan ketelitian. Jika disiplin terjaga, bisa menjadi penggerak bagi economy Indonesia. Namun, jika tidak, daya pengaruh yang sama bisa menuntut risiko sistemik. Semua ini memerlukan komitmen konsisten dari semua pihak.

Lihat Video “Video Sahrul Gunawan Gaspol Lanjut S3! Kali Ini Minati Kebijakan Publik”
[Gambas:Video 20detik]

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan