Pria Habiskan Rp 2,3 M untuk Operasi Tinggi Badan, Tidak PD Terlihat ‘Pendek’

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pria Langsung Investasikan Rp 2,36 Miliar untuk Operasi Peningkatan Tinggi Badan, Meski Hasilnya Tidak Menyelesaikan Insecuritas Dari Dimensi Fisik

Di Amerika Serikat, seseorang bernama Aaron Trinh Justru mengeluarkan puluhan juta dolar (sekitar Rp 2,36 miliar) untuk menjalani prosedur peningkatan kaki. Meski standar tinggi badan pria di AS mencapai 68,9 inci (175 cm), Aaron mengaku tidak percaya diri dengan tinggi tubuhnya sebesar 5 kaki 6 inci (167,6 cm).

“Saya merasa seperti terlihat ‘menonjol’ dalam sudut negatif karena panjang kaki saya,” kata Trinh dalam terangkan dari situs People pada Jumat (20/2/2026). Ia menjelaskan bahwa rasa tidak percaya diri ini sudah jadi masalah psikologis yang ingin ditarik.

Prosedur ini, yang awalnya dikembangkan untuk pasien trauma fisik atau kelainan bentuk, kini dikenal sebagai ‘stature lengthening’. Tekniknya melibatkan pemecahan tulang kaki lalu dipasang peralatan logam yang secara bertahap meregangkan tulang sekitar satu milimeter sehari hingga mencapai ketinggian yang diinginkan.

Ayah Trinh, Tan, menyumbang dana untuk operasi ini setelah memahami kekhawatiran anaknya. “Ini seperti stigma yang dipandang negatif, dan saya merasa sangat sedih,” ujarnya.

Pernahnya, Trinh tinggal di Houston, tapi pindah ke klinik di Florida selama proses pelatihan pasien. Klinik memaksa pasien tinggal dekat lokasi untuk kontrol rutin selama periode pemulihan yang bisa berbulan-bulan.

Dr. Dror Paley, pemilik klinik yang telah melakukan 155 operasi semacam ini, menegaskan bahwa keinginan pasien untuk menambah tinggiDeutsch seringkali terlalu berlebihan. “ Mereka memaksa proses terus berlangsung meski berisiko kehilangan fungsi,” catanya.

Populernya prosedur ini semakin meningkat karena media sosial. Laporan The New York Times menyebut klinik di Turki bahkan menawarkan harga promo lebih menguntungkan dibanding AS.

Secara mendasar, Trinh menemukan komunitas online yang berbagi pengalaman tentang efek samping seperti nyeri saraf atau risiko kekacauan tulang. Lima bulan setelah operasi, ia masih menggunakan kruk dan khawatir ketinggian tulang kering bisa permanen.

Namun, Trinh tetap optimis. “Sekarang saya rata-rata dalam ukuran yang saya butuhkan. Rasanya menyenangkan,” ia ujar.


Operasi Pengetahuan Tinggi Badan Merupakan Solusi yang Berisiko Tapi Bisa Menyelesaikan Masalah Psikologis

Trinh mengungkapkan bahwa ia menemukan komunitas daring yang saling berbagi pengalaman, meski dengan risiko seperti gejala saraf. Meski prosesnya rumit dan memakan waktu, hasil yang dihasilkan sudah memenuhi harapan fisiknya.

“Sekarang saya bisa berjalan lebih mudah, dan tidak merasa seperti ‘kurang’ dibanding orang lain,” kata Trinh.


Tingkatkan Tinggi Badan Bisa Menjadi Solusi untuk Masalah Psikologis, Tapi Harus Dipertimbangkan Risiko

Dr. Paley mengingatkan bahwa proses ini tidak selalu aman. Pasien seringkali terlalu optimis untuk meminta peningkatan yang berlebihan. “Dokter harus tegas menolak permintaan yang berisiko,” katanya.

Meski operasi ini semakin populer, terutama dengan dukungan media sosial, tidak semua orang bisa menjalani. Biaya yang sangat tinggi dan proses pemulihan panjang menjadi tantangan besar.


Tingkatkan Tinggi Badan Meneruskan Tantangan, Tapi Bisa Jadi Solusi untuk Insecuritas Fisik

Aaron Trinh menunjukkan bahwa teknologi medis dapat membantu mengatasi masalah fisik yang memicu ketimpangan psikologis. Namun, keputusan ini harus diambil dengan penuh pengetahuan dan konsultasi dokter.


Proses peningkatan tinggi badan membuka pintu baru untuk kepercayaan diri, menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu mengatasi insecuritas fisik jika dilakukan dengan penuh kesadaran dan kebutuhan individu.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan