Pemerataan Kualitas Pendidikan di Indonesia Diskusikan di Waka MPR

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, menekankan kebutuhan peningkatan ketetapan dalam kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Hal ini dapat diwujudkan melalui peningkatan kemampuan guru serta peningkatan pengelolaan sekolah. Data menunjukkan bahwa pada periode 2024/2025, jumlah SMA swasta mencapai 7.562 unit, atau setara 51,53% dari seluruh SMA di negeri. Meskipun demikian, jumlah peserta didik di sekolah swasta tidak sebanding, dengan sekitar 73,79% yang masih mengikuti pendidikan di sekolah negeri.

Faktor seperti kondisi ekonomi, ketimpangan kualitas, serta nilai-nilai pendidikan yang diberikan menjadi pertimbangan utama bagi orang tua dalam memilih sekolah. Lestari menyarankan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan harus dilakukan secara konsisten dengan dukungan dari pemangku kepentingan dan masyarakat. Fokusnya harus diatur pada pengembangan kompetensi guru yang terus diperbarui, serta peningkatan manajemen sekolah agar akses pendidikan berkualitas lebih mudah diwujudkan.

Sejumlah penelitian tahun 2025 mengungkapkan bahwa pengembangan program pelatihan guru yang berkelanjutan dapat meningkatkan kinerja akademik siswa hingga 25%. Selain itu, pembangunan infrastruktur sekolah swasta yang lebih merata juga bisa mengurangi kesenjangan dalam akses pendidikan. Contohnya, sekolah di daerah terpencil yang memperbaiki manajemen operasional mengalami peningkatan signifikan dalam nilai siswa.

Lestari mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, dan warga bersatu dalam memicu reformasi sistem pendidikan. Kolaborasi ini diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adil dan mempersiapkan generasi mendatang untuk menghadapi tantangan global. Semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa batas status sosial, dapat mendapatkan pelajaran berkualitas yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Memperbaiki kesetaraan pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga peran setiap individu dalam mendukung sistem pendidikan yang lebih inklusif. Dengan upaya yang konsisten, Indonesia dapat menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan