Apa yang ada di laptop ‘Kentang’? Belajar Ini Biar Jago di Hacking

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta – Banyak orang mungkin berpikir hanya memiliki laptop dengan spesifikasi sederhana atau mahal saja cukup untuk memasuki dunia cybersecurity. Namun, Bayu Fedra Abdullah (25) menegaskan bahwa pemahaman mendasar sangat krusial, seperti yang dibuktikan oleh pengalamannya setelah menyelami konferensi internasional BlackHat MEA dan Europe.

“Kondisi yang ideal adalah semua orang belajar dasar-dasar dulu. Orang yang tidak memahami konsep dasar pasti akan kesulitan menjadi ahli,” ujarnya melalui panggilan telepon pada Rabu (18/2/2026).

Salah satu kesalahan umum adalah mengabaikan materi dasar karena dianggap terlalu mudah. Fedra menekankan bahwa pemahaman fundamental adalah fondasi utama. Hal pertama yang perlu dipelajari adalah pemrograman. Fokus pada memahami salah satu bahasa pemrograman sebagai awal utama.

Selanjutnya, studi tentang sistem operasi seperti Linux menjadi penting. Memahami perintah dasar atau komando dasar di sistem ini menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan. Jaringan juga menjadi topik kunci, mulai dari pemahaman dasar tentang protokol jaringan dan berbagai bedanya.

Kerangka krusial lainnya adalah kriptografi. Meskipun tidak perlu menjadi ahli, minimal harus memiliki pemahaman dasar tentang konsep ini. Setelah itu, bisa menguji pengetahtian dengan mencari informasi tentang CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) dan CWE (Common Weakness Enumeration).

CVE adalah daftar standar yang mencatat kerentanan keamanan yang diidentifikasi secara publik dalam perangkat lunak atau peralatan keras. Sementara itu, CWE adalah katalog yang mengklasifikasikan kelemahan keamanan secara terstruktur.

Fedra berpendapat bahwa dasar-dasar seperti teknik-teknik hacking harus dipahami dulu. Konsep dasar yang dibelajar tadi adalah kunci utama untuk membangun karier yang mendaur dalam bidang keamanan siber.

Contoh kasus menunjukkan bahwa kebanyakan individu mengabaikan materi dasar, sehingga mereka tidak mampu mengatasi ancaman keamanan yang lebih kompleks. Studi menunjukkan bahwa perusahaan yang fokus pada pembelajaran fundamental tendang lebih cepat dalam mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan.

Infografis menunjukkan bahwa 70% dari pengacasan cybersecurity bisa diperhindiri dengan pemahaman dasar yang kuat. Data ini mengarahkan bahwa investasi waktu dan sumber daya untuk belajar dasar-dasar bisa memberikan nilai signifikan dalam pelestarian data.

Mengerti fundamental seperti pemrograman, sistem operasi, jaringan, dan kriptografi membuka pintu untuk menguasai teknologi canggih. Dalam era digital yang pesat, fondasi kuat pada konsep dasar menjadi keuntungan kompetitif.

Mulai dari langkah kecil dalam belajar dasar-dasar cybersecurity bisa menjadi awal langkah besar. Keahlian yang didasarkan pada pemahaman mendasar akan menjadi fondasi untuk inovasi dan solusi yang efektif dalam mempertahankan aset digital.

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan