Pendanaan akses SMAN 11 Kota Tasikmalaya tetap aktif, Wali Kota Janji Jadi Makelar Provinsi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

SMA Negeri 11 Tasikmalaya masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh akses yang aman dan terpadu. Sekolah tersebut terletak di Jalan Gunung Cihcir, Rancsengang, Kecamatan Bungursari, yang hingga saat ini tidak memiliki jalan umum yang layak. Siswa dan guru harus mengandalkan jalur alternatif seperti jalan debu atau pasir, yang sering kali tidak aman untuk aktivitas belajar.

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menjanjikan untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah provinsi hingga pusat untuk mempercepat pengembangan infrastruktur. Wali Kota, Viman Alfarizi Ramadhan, mengakui bahwa pemasangan jalan berada di tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat, karena SMA merupakan urusan provinsi. Namun, Pemkot tidak ingin hanya menjadi penonton, tetapi aktif membantu penyediaan lahan atau pembebasan area agar proses pembangunan lebih cepat.

Lingkungan sekolah juga menjadi perhatian. Lokasi sekolah dekat dengan aktivitas galian pasir membuat debu menjadi bagian rutin di sekitar ruang kelas. Pemkot berencana membantu tidak hanya dengan jalur akses, tetapi juga dengan perunggasan lingkungan, seperti peningkatan hijau di sekitar sekolah. Air bersih dan kondisi lingkungan yang lebih sehat dianggap penting untuk mendukung proses belajar.

Pemkot juga siap mendukung sarana pendidikan lain, seperti alat belajar atau mebel. Namun, untuk masalah akses jalan, kontribusi utama dari Pemkot adalah membantu penyediaan lahan. Viman mengungkapkan bahwa dengan lahan yang diperkuat, pemerintah provinsi lebih bisa memulai pengembangan infrastruktur.

Dampak lingkungan juga perlu diperhatikan. Debu yang tercium di sekitar sekolah tidak hanya mengganggu aktivitas belajar, tetapi juga kesehatan siswa. Pemkot memiliki rencana untuk bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah dan aman.

Solusi akses sekolah harus menjadi prioritas segera. Setiap anak merekayasa masa depan harus dapat menghadapi tantangan dengan mudah, bukan dengan menghadapi hambatan fisik. Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal jalan, tetapi juga soal kesetaraan akses pendidikan. Dengan kerja sama yang efektif, Tasikmalaya bisa menjadi contoh dalam menyelesaikan kebutuhan pendidikan di daerah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan