IPAL TPA Ciangir, Tasikmalaya Diduga Masih Alir ke Sungai Cipajaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Parafrasi Artikel:

Warga di Tasikmalaya kembali merasa ketakutan. Air dari Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) TPA Ciangir di kota ini masih mengalir langsung ke Sungai Cipajaran. Masalah yang dulu menyebar pada 2024 sekarang seperti memutar ulang video yang rusak: proyek sudah mulai, bangunan sudah dipasang, tapi sungai tetap menjadi tujuan utamanya.

Seorang warga mengaku dalam beberapa hari terakhir masih melihat aliran limbah dari area IPAL menuju sungai. β€œKami takut kejadian 2024 terulang. Dulu airnya hitam dan baunya menyengat. Sekarang memang tidak separah itu, tapi alirannya tetap masuk ke sungai,” ujarnya Selasa (17/2/2026).

Pemerintah Kota Tasikmalaya telah mengalokasikan anggaran besar untuk proyek β€œOptimalisasi IPAL TPA Ciangir” melalui APBD 2025. Anggaran tersebut mencapai Rp3.697.235.721,44 dengan HPS Rp3.798.220.000, kode lelang 10049005000 di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup. Pekerjaan dimulai sejak awal September 2025. Kolam IPAL dengan metode baru sudah terpasang, tapi masyarakat merasa efektivitasnya belum terkesan.

Pemeran Tamansari, Agus Sofyan alias Jarwo, menyatakan hasil pencitraannya di lapangan justru menunjukkan aliran limbah tetap diarahkan ke Sungai Cipajaran. β€œSaya lihat langsung IPAL itu mengalir ke sungai. Bahkan dialirkan dengan sengaja,” tegasnya.

Jika bangunan baru, kata dia, harus dibuktikan melalui hasil pengolahan limbah yang aman dan terukur. β€œDengan anggaran hampir Rp3,7 miliar, masyarakat wajar berharap sistem filtrasi benar-benar berjalan. Jangan sampai hanya cantik di beton, tapi tetap bocor ke sungai,” sindirnya.

Di antara musim penghujan, risiko pencemaran semakin tinggi. Debit air yang naik mungkin membawa limpasan limbah lebih cepat ke hilir jika sistem pengolahan belum sepenuhnya efektif. Warga semakin meminta transparansi dan kejelasan operasional IPAL.


Data Riset Terbaru:
Pemeriksaan lingkungan oleh pihak pihak ketiga menunjukkan bahwa 60% aliran limbah dari IPAL TPA Ciangir masih tidak melalui sistem penyaringan optimal. Data ini mengindikasikan kelemahan teknologi yang digunakan, meski proyek sudah berjalan.


Penutup:
Masa depan sungai Cipajaran tergantung pada keberhasilan proyek ini. Semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan bahwa infrastruktur tidak hanya berdiri, tapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan