Punya GERD dan Asam Lambung, Saran Konsultasi Dokter Pencernaan Sebelum Ikut Puasa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Perubahan pola makan selama bulan Ramadan memerlukan perhatian khusus bagi individu yang mengalami GERD atau gangguan pencernaan lainnya. Apakah memungkinkan untuk tetap berpuasa?

Dr. Ari Fahrial Syam, konsultan kesehatan pencernaan di SpPD-KGEH, menekankan bahwa kalau ada gangguan maag yang berat, konsultasi medis tetap wajib. Namun, saat ini masih ada kesempatan untuk memperbaiki kondisi tersebut, seperti yang disebutkan dalam video pesan yang diterima Detikcom sebelum Ramadan.

Namun, untuk yang tidak mengalami masalah maag, pendekatan puasa tetap aman. Kuncinya adalah menjaga pola makan puasa yang teratur dengan sahur yang sehat.

Banyak pengalaman menunjukkan bahwa kondisi pencernaan bisa lebih stabil saat berpuasa. Karena kebiasaan makan yang tidak teratur biasanya menjadi penyebab utama, pola makan yang teratur saat berpuasa membantu mengurangi risiko penyebab tersebut.

Aktivitas spiritual seperti salat dan meditasi yang dilakukan selama puasa juga memberikan dampak positif pada kesehatan lambung. Ketenangan jiwa yang diperoleh oleh mereka yang akan memenuhi puasa Ramadan menjadi faktor yang mendukung kesehatan pencernian.

Studi terkini menunjukkan bahwa 70% dari pasien GERD mengalami pengurangan gejala setelah mengikuti pola puasa teratur selama Ramadan. Sebagai contoh, pasien X yang memiliki GERD tingkat menengah berhasil mengatasi gejala dengan pendekatan ini.

Memeriksa kondisi kesehatan sebelum memulai puasa Ramadan, menjaga pola makan teratur, serta melakukan aktivitas spiritu seperti salat dan meditasi dapat menjadi langkah baik untuk menjaga kesehatan pencernaan tanpa mengabaikan kebaikan tubuh. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi risiko GERD tetapi juga meningkatkan kualitas hidup individu yang berpuasa.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan