Bukalapak menghentikan layanan produk fisik dan sekarang fokus pada penjualan token gim.

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

BEI mempertanyakan arah bisnis PT Bukalapak (BUKA) setelah membatalkan layanan pasar fisik awal 2025. Fokus perusahaan sekarang bergeser ke layanan online, terutama di bidang game.

Sebagai diserves dari keterbukaan informasi, Cut Fika Lutfi, Wakil Presiden Bukalapak, menyajikan bahwa segmen game menunjukkan pertumbuhan signifikan pada trimester ketiga 2025. Layanan ini menjadi pilar utama mendorong kinerja perusahaan.

Produk dan layanan gaming mencatatkan tren positif, terutama dari peningkatan aktivitas transaksi dan penyertaan pengguna. Segment ini juga memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan Perseroan, seperti disampaikan Fika dalam keterangan resmi tanggal 17 Februari 2026.

sepanjang 2025, pendapatan utama Bukalapak berasal dari top-up virtual, voucher game, hingga akses streaming digital. Tren ini berkorelasi dengan peningkatan konsumsi konten online dan transaksi yang semakin bergeser ke platform digital.

Di tahun ini, Bukalapak menargetkan pertumbuhan segmen game untuk meningkatkanprofitabilitas. Strategi mencakup ekspansi pasar, penambahan varian produk, serta kolaborasi dengan mitra penting dalam bidang ini.

Perusahaan juga memperkuat distribusi dan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan pengalaman pengguna. Bukalapak menargetkan segmen gaming tetap menjadi motor utama pertumbuhan bisnis pada 2026.

Mengalih ke layanan virtual, terutama game, menjadi langkah strategis yang relevan dengan tren digital. Fokus ini tidak hanya menjawab kebutuhan pasar, tetapi juga mengeksplorasi potensi pasar baru dalam era teknologi.

Bisnis game di Bukalapak menunjukkan bahwa adaptasi dengan kebutuhan pengguna dan teknologi dapat menjadi solusi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Pengalaman ini bisa menjadi model untuk perusahaan lain yang ingin mengembangkan layanan digital.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan