3 Kebiasaan Berisiko Kena Gagal Ginjal pada Usia Muda
Kasus penyakit ginjal yang gagal di kalangan muda kini lebih sering muncul. Banyak yang harus menjalani cuci darah atau hemodialisis karena fungsi organ ini berkurang drastis. Penelitian dari dokter urologi konsultan, Prof Dr Nur Rasyid dari Siloam Hospitals Asri, mengungkap tiga faktor utama yang mendorong peningkatan ini. Dari datanya, 29% kasus gagal ginjal terkait diabetes, 20% dari infeksi, dan 19% karena hipertensi.
Prof Nur menyoroti kebiasaan-habit yang sering diabaikan tetapi berpotensi merusak ginjal. Makanan berlebih garam menjadi masalah utama. Meski di Indonesia nikmatnya rasa asin, sodium berlebihan di dalam tubuh bisa meningkatkan tekanan darah, yang kemudian merusak jaringan ginjal. “Kurangi konsumsi garam untuk menghindari hipertensi,” menegaskan Prof Nur.
Konsumsi makanan manis juga berbahaya. Gula berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tapi juga menjadi penyebab utama penyakit lain. “Hidup sehat dengan mengelola intak gula dan mengurangi karbohidrat berlebihan,” saran Prof Nur. Aktivitas fisik teratur juga membantu mencegah masalah ini.
Kebiasaan ketiga adalah mengabaikan gejala infeksi. Gagal ginjal bisa muncul dari infeksi yang tidak segera dievakuasi, seperti Infeksi Saluran Kemih atau sepsis. “Jangan ragu mengkonsultasi dokter saat menemukan demam atau gejala tubuh tidak biasa,” disarankan Prof Nur.
Data terkini menunjukkan peningkatan kasus ginjal dini terkait gaya hidup. Penelitian tahun 2025 mengungkap 15% peningkatan risiko pada remaja yang konsumsi garam dan gula berlebihan. Seperti kasus Ani, 24 tahun, yang mengalami gangguan ginjal karena pola makan tidak sehat.
Spesialis medis mengingatkan, prevensi lebih baik daripada pengobatan. Kesehatan ginjal dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Kurangi garam, atur gula, dan jangan lewatkan gejala infeksi.
Banyak yang merenung masalah ginjal hanya terjadi pada orang tua. Namun, risiko ini bisa muncul di usia muda. Mulai sekarang, perhatikan pola makan dan aktivitas fisik. Jangan biarkan kebiasaan sederhana merusak kesehatan kritis ini.
3 Halat Habit yang Tingkatkan Risiko Kena Gagal Ginjal di Usia Muda
Kasus penyakit ginjal yang memerlukan cuci darah atau hemodialisis di kalangan muda kini lebih sering terjadi. Dokter spesialis Prof Dr Nur Rasyid mengungkap tiga faktor utama penyebab peningkatan ini: diabetes (29%), infeksi (20%), dan hipertensi (19%). Data ini diambil dari analisis pasien di Siloam Hospitals Asri.
Konsumsi garam berlebih menjadi masalah utama. Meski di Indonesia sering dianggap manis, sodium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah hingga merusak jaringan ginjal. “Kurangi porsi makanan asin untuk menjaga kesehatan ginjal,” saran Prof Nur.
Konsumsi makanan manis juga berbahaya. Gula berlebihan tidak hanya meningkatkan risiko diabetes, tapi juga menjadi penyebab lain penyakit kronis. “Hindari gula berlebihan dan jaga pola makan sehat,” tegas peneliti. Aktivitas fisik teratur juga membantu mencegah masalah ini.
Kebiasaan ketiga adalah mengabaikan infeksi. Gagal ginjal bisa muncul dari infeksi yang tidak segera dievakuasi, seperti Infeksi Saluran Kemih. “Jangan ragu mengkonsultasi dokter jika mengalami demam atau gejala tubuh tidak biasa,” disarankan Prof Nur.
Penelitian terkini menunjukkan peningkatan risiko 15% pada remaja yang konsumsi garam dan gula berlebihan. Seperti kasus Ani, 24 tahun, yang mengalami gangguan ginjal karena pola makan tidak sehat.
Spesialis medis mengingatkan, prevensi lebih baik daripada pengobatan. Kesehatan ginjal dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Kurangi garam, atur gula, dan jangan lewatkan gejala infeksi.
Banyak yang merenung masalah ginjal hanya terjadi pada orang tua. Namun, risiko ini bisa muncul di usia muda. Mulai sekarang, perhatikan pola makan dan aktivitas fisik. Jangan biarkan kebiasaan sederhana merusak kesehatan kritis ini.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
π Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
π Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.