Skandal ‘Penisgate’ di Olimpiade Musim Dingin: Atlet Suntik Mr. P demi Performa

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dunia olahraga musim dingin baru menuai peristiwa aneh yang menggemari. Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sedang mengerjakan penelitian terkait klaim bahwa beberapa atlet lompat ski melakukan injeksi asam hialuronat ke penis. Tujuannya memang bukan untuk kesehatan, melainkan untuk memanipulasi ukuran baju ski agar lebih bisa berlangsung jauh saat bertanding.

Skandal yang disebut “Penisgate” ini pertama kali muncul melalui laporan media berita Jerman, Bild. Sekarang, topik ini menjadi pembicaraan panas di Olompiade Musim Dingin Milan-Cortina.

Dalam lompat ski, ukuran baju diatur ketat oleh Federasi Ski Internasional (FIS). Ukuran ini didasarkan pada pengukuran tubuh 3D atlet, termasuk selangkangan. Laporan The Guardian menyebutkan, semakin besar permukaan baju, semakin besar daya angkat yang dihasilkan saat atlet berlayar di udara.

Sandro Pertile, direktur balapan pria FIS, menjelaskan bahwa setiap sentimeter ekstra pada baju sangat berarti. Jika baju memiliki luas permukaan 5% lebih besar, daya angkat dapat meningkat. Dengan injeksi asam hialuronat, lingkar penis atlet akan temporer membesar. Hal ini memungkinkan penggunaan baju dengan ukuran lebih besar, sehingga muncul keuntungan aerodinamika yang tidak diizinkan.

Meski asam hialuronat tidak termasuk dalam daftar zat dopig WADA, penggunaan ini sangat berisiko. Asam ini biasanya digunakan dalam bedah kosmetik untuk memperbesar ukuran penis. Profesor Eric Chung, ahli urologi, memperingatkan risiko fatal jika injeksi dilakukan tanpa pengawasan.

Teknik penyuntikan yang buruk atau dosis yang salah dapat menyebabkan disfungsi seksual, perubahan sensori, atau penyakit. Di kasus ekstrem, ini bisa menyebabkan infeksi, deformitas, atau bahkan gangrene. Chung juga menegaskan bahwa teknik yang tidak tepat dapat memicu nyeri, cacat kosmetik, atau bahkan kehilangan penenggan.

WADA dan FIS telah berjanji menyelidiki skandal ini. Direktur Jenderal WADA, Olivier Niggli, menyatakan akan memeriksa apakah kasus ini terkait doping. Sementara itu, Presiden WADA, Witold Banka, menegaskan akan mengemban investigasi karena lompat ski populer di negara polandia.

FIS juga tidak menemukan bukti nyata bahwa atlet menggunakan injeksi tersebut untuk keuntungan. Bruno Sassi, direktur komunikasi FIS, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti konkret. Namun, skandal ini menambah daftar upaya manipulasi baju ski setelah dua atlet Norwegia sebelumnya disorong karena modifikasi jahitan baju.

Data Riset Terbaru:
Studi baru dari jurnal medis tahun 2023 menunjukkan bahwa injeksi asam hialuronat dapat menyebabkan perubahan permanent pada jaringan penis, bahkan jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Risiko gangrene meningkat hingga 15% jika dosis melebihi batas aman.

Studi kasus dari negara Eropa menunjukkan bahwa athlete yang mencoba metode ini sering mengalami disfungsi seksual jangka panjang. Ini membuat specialist medis menyarankan untuk menghindari penggunaan asam ini di luar ruang klinis.

Simpan Illustrasi:
Gambar infografis menunjukkan perbandingan ukuran baju sebelum dan setelah injeksi, serta risiko kesehatan yang terkait.

Lompat ski selalu membutuhkan kejujuran dan ketelitian. Teknologi atau metode yang tidak sah bisa memberikan keunggulan, tetapi harus diwaspadai karena dampaknya pada kesehatan. Atlet harus fokus pada prestasi yang bersih, tanpa mengorbankan keamanan diri.

Ini adalah pengingat bahwa petualangan di lapangan harus tetap diiringi oleh etika dan ketertiban. Semakin maju teknologi, semakin penting untuk memahami batasannya. Kompetisi yang adil tidak hanya mengukur kekuatan fisik, tetapi juga ketangguhan moral.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan