Prancis Selidik Meningkatkan Ketegangan dengan Pembunuhan Aktivis Sayap Kanan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pihak berwenang Prancis telah memulai penyelidikan terhadap kematian aktivis sayap kanan yang terjadi pekan lalu. Peristiwa ini dianggap sebagai pembunuhan yang diperparah oleh kelompok sayap kiri yang bersentuhan dengan politisi dari partai lain.

Lansir AFP, Selasa (17/2/2025), Quentin Deranque, 23 tahun, meninggal karena cedera otak parah setelah diserang pada Kamis (12/2) oleh minimal enam orang di sela-sela protes di Lyon. Kepala kota Lyon, Thierry Dran, menyatakan ini di konferensi pers.

Pihak berwenang belum mencakup pelaku, meskipun pemeriksaan mengkategorikan tindakan sebagai “pembunuhan yang disengaja” dan “serangan yang terparah”. Insiden ini mencemaskan ketegangan antara partai sayap kanan dan sayap kiri di Prancis, terutama sebelum pemilihan kota Maret dan presiden 2027.

Partai sayap kanan ekstrem National Rally (RN) dianggap memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan. Pemerintah menyalahkan retorika LFI (France Unbowed) yang dianggap memicu kekerasan. Kelompok anti-imigrasi Nemesis mengakui Deranque menegakkan aktivitasnya untuk melindungi anggota kelompok mereka.

Nemesis mengusulkan bahwa pembunuhan dilakukan oleh Jeune Garde, kelompok pemuda anti-fasis yang dibentuk bersama anggota LFI. LFI sendiri menyalahkan pihak lain karena iklim kekerasan yang berlangsung bertahun-tahun. Kepala parlemen LFI, Yael Braun-Pivet, menyatakan bahwa anggota parlamen telah dilarang karena terkait dengan peristiwa ini.

Marine Le Pen, calon presiden RN, mengutuk “orang-orang barbar” yang bertanggung jawab. Qinia Deranque’s keluarga dan kelompok yang berhubungan dengan LFI juga mengungkapkan ketegangan mereka terhadap kekerasan politik.

Kehidupan Deranque menjadi saksi bagi konflik entre partai yang semakin tajam. Video yang dirilis oleh TF1 menunjukkan serangan sengit dengan batang besi. Saksi mencatat bahwa pelaku memukul tiga orang, dua orang berhasil melarikan diri.

Jean-Luc Melenchon, pemimpin LFI, membantah partisipan partainya dalam kejahatan. Raphael Arnault, pendiri Jeune Garde, menyatakan emosi terkait kematian tersebut. Salah satu asisten Arnault dilarang masuk parlem karena terkait dengan penyelidikan.

Konflik ini mencerminkan ketegangan ideologis di Prancis. Pemerintah mengkritik LFI karena dampak ideologinya terhadap kekerasan. Partai sayap kanan juga mengkritik LFI, mengklaim mereka mengencerai keuangan masyarakat.

Saat ini, penyelidikan masih berlangsung. Pihak berwenang berusaha mengidentifikasi pelaku dengan topeng. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk menghindari konflik ekstrem.

Kekuatan politik harus diratifikasi dengan dialog, bukan kekerasan. Tragedinya bisa jadi pelajaran bagi masyarakat untuk menjaga keberagaman dan stabilitas. Semua pihak harus berkomitmen untuk solusi yang menghindari kekerasan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan