Kemenag Distribusi Dana Masjid dan Pesantren Dampak Bencana Tanah Gerak di Tegal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan dana darurat untuk mendukung pemulihan fasilitas agama dan pendidikan yang terancam oleh bencana tanah bergerak di Tegal. Bantuan ini mencakup masjid, musala, serta pondok pesantren yang mengalami kerusakan signifikan.

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i mengakui bahwa bencana skala besar tidak mengabaikan dampak pada lembaga pendidikan. “Setiap musibah selalu mengganggu keberlanjutan ibadah dan pendidikan,” kata Romo Syafi’i setelah mengunjungi daerah terpancat di Desa Padasari. Di lokasi, ditemukan dua pesantren, satu masjid, dan dua musala yang terluka. Pemerintah segera menyelenggarakan dana dari Kemenag Pemimpin Bencana (Rp 20 juta), kabilan (Rp 100 juta), dan direktur pondok pesantren (Rp 100 juta) untuk mendukung pemulihan awal.

Proses pendidikan di pesantren terhenti sementara, namun pejabat pesantren mengungkapkan rencana untuk tetap menjalankan proses belajar dengan sarana terbatas. “Kami siapkan strategi darurat agar proses pendidikan bisa berlanjut, meskipun belum sepenuhnya,” menjelaskan pejabat tersebut.

Secara tambahan, Kemenag berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenlu PU) untuk membangun ulang gedung pesantren di lokasi yang lebih aman. Menteri PU juga mengungkapkan keinginan untuk mendirikan pondok baru, namun hanya di tempat yang tidak berisiko bencana.

Untuk siswa, proses belajar akan dilambat selama periode pengendalian bencana. Namun, pesantren telah merencanakan sistem alternatif untuk menjaga ketertarikan belajar, seperti meminjamkan materi atau meng присat pembelajaran dengan cara sederhana.

Bantuan dari Kemenag ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat berbahaya. Dana dari pusat dan daerah diserahkan cepat untuk mendukung aktivitas ibadah dan pendidikan yang perlu dipertahankan.

Sebagai langkah selanjutnya, pemerintah bisa memperluas bantuan untuk reconstruksi infrastruktur. Masyarakat juga bisa berpartisipasi dengan donasi atau bantuan logistik. Keberlanjutan pendidikan dan ibadah memerlukan kerja sama antarinstansi dan dukungan publik yang matang.

Bencana tanah bergerak mengingatkan kita bahwa ketidakpastian selalu ada. Namun, keberanian masyarakat dan dukungan pemerintah bisa mengubah kesulitan menjadi pengalaman belajar. Semua pihak harus tetap fokus untuk membangun kembali yang lebih kuat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan