Hindari Kesalahan Pakai Lanyard di Seminar Bintang 5 Jakarta Kerap Sasar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jakarta — Pengungsi polisi mengungkap saksi NW (43) dalam tindak pidana mencuri barang dari hotel bintang 5 di Karet, Jakarta Pusat. Pelaku melakukan tindakan tersebut saat mengikuti seminar di lokasi tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan pelaku memasuki hotel dengan pakaian rapi seperti karyawan, menggunakan lanyard dan batik untuk memancing kepercayaan korban. “Pelaku memanfaatkan aktivitas seminar yang berlangsung, memasuki dengan penampilan normal dan mengambil barang yang ditinggalkan tanpa pengawasan,” ujar Budi.

Pelaku diduga merancang operasi berdasarkan kekelengahan korban selama acara. “Penerus pencurian memanfaatkan situasi yang ramai di hotel, berjalan dengan penampilan seperti peserta atau staf, sehingga tidak memicu ketidakpastian,” tambahkan Budi.

Saat ini NW telah dipindah ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh tim penyelidikan. “Kami sedang mendalamkan riset tentang kemungkinan kejahatan yang terkait, baik oleh NW sendiri maupun pihak lain,” katanya.

Pembangkitan informasi ini terjadi saat polisi mengintai lokasi Matraman, Jakarta Timur, pada Jumat (13/2). Di sana, NW dipercaya membawakan lanyard, kacamata hitam, dan tas hitam. Sejumlah bukti, seperti laptop korban, juga diamanaskan.

Proses penyelidikan sebelumnya menunjukkan NW telah muncul di tiga hotel berbeda dan kemungkinan tidak beraktif sendirian. “Hasil sementara menunjukkan pelaku mungkin bekerja sama atau berkegiatan bersama,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra.

Rekaman kamera layar (CCTV) viral di media sosial. Terlihat NW memasuki hotel melalui pintu lobi dengan dukungan bell boy, memakai baju batik lengan panjang dan lanyard. Setiap kali bertelepon, NW berlari keluar dengan membawa tas ransel.

Kasus ini menggugah perhatian karena strateginya yang canggih. Pelaku mengkombinasikan identitas palsu dengan alat elektronik sederhana untuk menipu kepercayaan.

Data 2026 menunjukkan kenaikan kasus pencurian di hotel bintang, terutama melalui metode identitas palsu. Pelaku sering memanfaatkan kegiatan public event untuk menyembunyikan tindakan penipuan.

Penghakiman akan mengevaluasi penyerangan kejahatan NW. Di sinilah pentingnya keamanan di hotel dan acara umum meningkat. Polisi meminta publik untuk tetap waspada, terutama saathadiri acara atau berpergian di wilayah umum.

Pendampingan teknologi, seperti sistem deteksi lanyard atau kamera canggih, bisa menjadi solusi untuk mencegah tindakan seperti ini. Kimanisme juga harus disempurnakan, terutama di lokasi strategis seperti hotel bintang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan