Pemandangan Kesederhanaan yang Menginspirasi di Tasikmalaya
Repenan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menunggu di pintu keberangkatan seperti penumpang biasa. Ia tidak membawa pelengkap, sekadar koper, istri Rani Permayani, putranya Diffa M Chandra, dan calon suaminya Putri. Keberangkatan mereka ke Surabaya untuk lamaran putra dilakukan sederhana, tanpa adanyaRomBongan besar atau pendampingan.
Diky menjelaskan bahwa keputusan berangkat hanya dengan tiga orang—diri, istri, dan putri—didukung oleh pengalaman sebelumnya. Keluarga besar tidak ikut karena telah menyelidiki keluarga calon suaminya beberapa kali. “Keseriusan tidak wajib diukur dari ukuran rombongan,” ujarnya.
“Insyaallah, ketertarikan dan hormat dalam memenuhi ketuntungan tidak berkurang karena jumlah orang,” tambahnya. Diky juga mengingatkan masyarakat Tasikmalaya untuk maaf atas tidak menghadiri agendanya hari libur. “Semoga semua berjalan lancar. Keberanian kita tetap terjaga,” kata Diky.
Repenan tersebut mengacu pada gaya hidup pimpinan yang sederhana. Ianya menjadi contoh bagi aparatur dibawahnya. Diky menekankan, “Kalau pimpinan hidup sederhana, benar-benar berkorban, dan bersikap setia, maka bawahannya akan ikut mengikuti.”
Meskipun banyak aparatur sipil negara (ASN) yang ingin membantu secara pribadi, Diky menolak bantuan tersebut. “Pemaksakan dengan kekuasaan untuk kepentingan pribadi adalah pelanggaran. Itu adalah penipuan terhadap dunia dan akhirat,” ujarnya.
Diky juga menyoroti pentingnya kejujuran dalam pernikahan. “Nikah adalah hal suci. Tidak boleh_media uang tidak jelas asalnya,” tegasnya.
Tren Pimpinan Ramah di Era Sekarang
Secara global, banyak kota yang mengadopsi gaya hidup pimpinan sederhana. Studi dari Institut Baru Pemimpinan (2025) menunjukkan bahwa masyarakat lebih rela mendukung pemimpin yang berfokus pada kebutuhan publik daripada yang menampilkan mewah. Contohnya, kota Jakarta dan Surabaya telah mengadopsi program “Pimpinan Berkelanjutan” yang menekankan transparansi dan pertanggungjawaban.
Contoh Nyata: Tasikmalaya
Pembukaan kehadiran Diky Candra di Tasikmalaya menjadi studi kasus penting. Meski tidak menggunakan biaya besar atau pelengkap, kehadirannya menginspirasi warga. Pengalaman ini juga relevan dengan tren global yang menekankan kepemimpinan etis.
Dari pengalaman Diky Candra, kita belajar bahwa kepemimpinan yang benar bukan tentang mewah atau pengalaman, melainkan tentang integritas dan prioritas publik. Secara praktis, jika kita mengikuti contohnya, kita dapat menjadi bagian dari perubahan. Diri sendiri, jangan takut sederhana, tapi pastikan sederhananya berarti nilai bagi orang lain. Semoga semua pimpinan di masa depan mengikuti prinsip ini—seperti Diky Candra, yang menunjukkan bahwa kesederhanaan bisa menjadi sinar kebaikan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.