Samsung diperkirakan sedang merencanakan perubahan desain untuk seri ponsel lipat Galaxy Z Fold berikutnya, dengan fokus pada format layar yang lebih lebar berdasarkan laporan terbaru dari GSMArena. Informasi ini berasal dari bocoran yang menyebutkan generasi berikutnya Galaxy Z Fold akan memiliki rasio aspek yang berbeda dibanding model sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan kenyamanan menggunakan layar luar.
Laporan tersebut menyebutkan Samsung sedang mempertimbangkan desain yang membuat layar penutup (cover screen) lebih lebar. Selama beberapa generasi terakhir, perangkat Galaxy Z Fold dikenal memiliki layar luar yang sempit dengan rasio panjang. Pendekatan ini memang mendukung struktur lipatan vertikal, tetapi sebagian pengguna menganggap kurang ideal untuk penggunaan satu tangan atau pengetikan cepat.
Perubahan desain ini dianggap sebagai respons terhadap dinamika pasar ponsel lipat yang semakin kompetitif. Sejumlah produsen lain telah merilis perangkat foldable dengan rasio layar luar yang lebih proporsional, mirip smartphone konvensional. Dengan desain yang lebih lebar, Samsung berpotensi meningkatkan pengalaman pengguna tanpa mengorbankan karakteristik utama perangkat lipatnya.
Informasi ini mengindikasikan bahwa layar luar yang lebih lebar akan berdampak langsung pada dimensi keseluruhan perangkat saat dilipat. Rasio aspek baru tersebut diperkirakan membuat perangkat terasa lebih natural saat digunakan dalam aktivitas sehari-hari seperti membalas pesan, menjelajah media sosial, atau membaca dokumen singkat.
Sementara ini, layar luar Galaxy Z Fold memiliki rasio yang lebih tinggi dan ramping, sehingga beberapa aplikasi tidak selalu tampil optimal tanpa membuka layar utama. Di sisi lain, perubahan pada layar luar juga berpotensi memengaruhi proporsi layar utama saat perangkat dibuka. Layar utama Galaxy Z Fold selama ini mengadopsi format mendekati persegi untuk mendukung multitasking dan konsumsi konten.
Jika rasio layar luar diubah menjadi lebih lebar, Samsung perlu menyesuaikan desain engsel serta panel internal agar tetap mempertahankan keseimbangan ergonomi dan daya tahan. Sejarahnya, Samsung merupakan pionir di segmen ponsel lipat komersial. Sejak peluncuran Galaxy Fold pada 2019, perusahaan secara bertahap menyempurnakan teknologi engsel, lapisan pelindung layar ultra-thin glass (UTG), serta optimalisasi perangkat lunak berbasis One UI.
Namun, desain layar luar yang sempit sering menjadi catatan dalam ulasan produk. Langkah ini bisa dilihat sebagai upaya Samsung untuk menyelaraskan lini Galaxy Z Fold dengan preferensi pasar yang berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, kompetitor dari Tiongkok memperkenalkan perangkat foldable dengan bentuk yang lebih menyerupai smartphone premium konvensional saat dilipat.
Strategi ini terbukti menarik minat konsumen yang ingin fleksibilitas layar besar tanpa kompromi pada penggunaan harian. Meski demikian, hingga laporan ini terbit, Samsung belum memberikan pernyataan resmi terkait perubahan rasio aspek atau detail teknis generasi berikutnya. Informasi ini masih bersifat bocoran industri dan belum dikonfirmasi langsung oleh perusahaan.
Tidak ada juga keterangan tentang nama komersial perangkat atau jadwal peluncurannya. Jika perubahan desain ini benar terealisasi, maka hal ini akan menjadi pembaruan signifikan pada seri Galaxy Z Fold dalam beberapa generasi terakhir. Fokus pada ergonomi layar luar menunjukkan Samsung tidak hanya mengembangkan teknologi lipatan dan ketahanan perangkat, tetapi juga mempertimbangkan aspek kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Ke depan, arah desain Galaxy Z Fold akan menjadi indikator penting strategi Samsung di pasar foldable premium. Dengan persaingan yang semakin intens dan ekspektasi konsumen yang terus meningkat, inovasi ini menjadi langkah krusial untuk menjaga relevansi brand di segmen ini.
Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Penulis Berpengalaman 5 tahun.